Fajar A • Jun 11 2026 • 18 Dilihat

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, menegaskan bahwa keberhasilan penerapan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) tidak semata-mata bergantung pada kecanggihan teknologi. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia (SDM) tetap menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas penggunaan AI di berbagai sektor.
Pernyataan tersebut disampaikan Stella Christie saat menjadi pembicara dalam Grab Business Forum 2026 yang berlangsung pada Selasa (9/6/2026). Dalam forum tersebut, ia menyoroti pentingnya kemampuan manusia dalam mengambil keputusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
Stella menjelaskan bahwa AI hanyalah alat yang membantu proses kerja. Keputusan strategis tetap harus berada di tangan manusia yang mampu menilai kebutuhan, risiko, dan manfaat dari penggunaan teknologi tersebut.
Menurutnya, aspek paling mendasar dalam dunia bisnis maupun organisasi adalah kemampuan menentukan masalah yang perlu diselesaikan serta memilih solusi yang paling tepat.
“Kuncinya kembali kepada satu hal, yaitu human capital atau sumber daya manusia. Yang paling fundamental dalam bisnis adalah kemampuan mengambil keputusan, termasuk menentukan persoalan mana yang perlu diselesaikan dengan AI, mana yang tidak perlu diselesaikan dengan AI karena biayanya justru lebih tinggi,” tegas Wamendiktisaintek.
Ia menambahkan bahwa penggunaan AI tanpa pertimbangan yang matang justru berpotensi menimbulkan biaya tambahan dan tidak selalu menghasilkan solusi yang lebih efektif.
Dalam bidang pendidikan, Stella menilai penggunaan AI harus dilakukan secara bijak. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama pendidikan adalah mengembangkan kemampuan berpikir, menganalisis, dan memecahkan masalah secara mandiri.
Menurutnya, ketergantungan yang berlebihan terhadap teknologi AI berisiko mengurangi kemampuan intelektual seseorang apabila tidak disertai dengan proses berpikir yang mendalam.
Stella mengajak masyarakat, khususnya kalangan akademik, untuk terus mempertanyakan sejauh mana AI dapat membantu tanpa menggantikan fungsi berpikir manusia.
Dalam pemaparannya, Stella mengungkapkan hasil penelitian yang mengkaji pengaruh penggunaan Large Language Model (LLM) dalam proses penulisan esai.
Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa kelompok peserta yang mengandalkan kemampuan berpikir sendiri atau brain only menghasilkan kualitas esai terbaik. Sebaliknya, kelompok yang menggunakan bantuan LLM secara dominan memperoleh hasil paling rendah.
Temuan itu mengindikasikan bahwa penggunaan AI yang berlebihan dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam bernalar, menyusun argumen, dan mengembangkan pemikiran secara mandiri.
Meski demikian, Stella tidak menilai AI sebagai ancaman. Ia menekankan bahwa yang perlu diperhatikan adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan secara tepat dan proporsional.
Di sisi lain, berbagai studi dan survei internasional menunjukkan bahwa implementasi AI mampu meningkatkan produktivitas di banyak sektor industri.
Karena itu, menurut Stella, pendekatan yang tepat bukanlah menolak perkembangan AI, melainkan memahami kapan dan bagaimana teknologi tersebut sebaiknya digunakan.
Kemampuan untuk mengevaluasi kebutuhan, menentukan waktu adopsi teknologi, serta mengukur dampak penggunaannya menjadi keterampilan yang semakin penting di era digital.
Sebagai respons terhadap perkembangan teknologi yang semakin cepat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia yang siap menghadapi era AI.
Pemerintah bersama perguruan tinggi didorong untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya mahir menggunakan teknologi, tetapi juga mampu memahami serta mengevaluasi dampaknya secara kritis.
“Itu yang harus kita lakukan bersama dan itu menjadi pekerjaan besar bagi Kementerian kami dan perguruan tinggi, yaitu menyiapkan sumber daya manusia yang mampu memahami, memanfaatkan, dan mengevaluasi perkembangan kecerdasan artifisial secara tepat,” tutup Wamendiktisaintek.
Sumber: Kemdiktisaintek
Jumlah pengunjung : 4 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami ...
Jumlah pengunjung : 13 Inspiratif, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo dengan IPK 3,8...
Jumlah pengunjung : 14 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi ...
Jumlah pengunjung : 21 JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Program Sekolah Rakyat ...
Jumlah pengunjung : 29 JOGJA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainte...
Jumlah pengunjung : 77 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengalami...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.