Fajar A • Aug 12 2026 • 15 Dilihat

Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beroperasi di berbagai wilayah Indonesia pada akhir Agustus 2026 setelah perayaan Hari Kemerdekaan RI. Target tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya saat meninjau kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 di Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (8/8/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Teddy menjelaskan bahwa pemerintah tidak ingin proses pendidikan anak tertunda hanya karena pembangunan gedung permanen membutuhkan waktu. Karena itu, sejumlah bangunan yang sebelumnya tidak digunakan dimanfaatkan dan direnovasi menjadi lokasi Sekolah Rakyat rintisan.
Pembangunan gedung permanen diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu tahun. Dengan konsep rintisan, kegiatan pembelajaran dapat segera berlangsung sambil pembangunan fasilitas permanen terus dilakukan.
“Karena pembangunan butuh waktu mungkin setahun. Tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan,” ujar Teddy.
Program Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu serta kelompok yang menghadapi hambatan dalam memperoleh pendidikan.
Teddy menyebut hingga saat ini sekitar 43.000 anak yang sebelumnya tidak bersekolah atau berada dalam kondisi rentan telah mendapatkan kembali akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
Pemerintah juga berupaya memberikan lingkungan pendidikan yang lebih lengkap dengan menyediakan fasilitas tempat tinggal, makanan, layanan kesehatan, perlengkapan sekolah, serta pembelajaran bagi para siswa.
Tantangan dalam pelaksanaan program salah satunya adalah mengajak anak-anak yang sudah lama tidak bersekolah untuk kembali mengikuti pendidikan. Teddy mengatakan Kementerian Sosial bersama jajaran terkait terus melakukan pendekatan agar anak-anak tersebut bersedia mengikuti pembelajaran.
Menurutnya, sebagian anak mulai tertarik kembali bersekolah setelah mengetahui fasilitas yang disiapkan pemerintah. Sejumlah siswa Sekolah Rakyat bahkan mulai menunjukkan prestasi dan kemampuan dalam berbagai bidang, termasuk bahasa asing.
Pemerintah terus mempercepat pembangunan dan penyiapan fasilitas Sekolah Rakyat di berbagai daerah. Selain bangunan permanen, penggunaan fasilitas yang sudah tersedia menjadi strategi agar program dapat menjangkau lebih banyak anak dalam waktu lebih cepat.
Dengan target pengoperasian hingga 100 unit pada akhir Agustus 2026, pemerintah berharap semakin banyak anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan dapat kembali memperoleh kesempatan belajar dalam lingkungan yang layak dan mendukung.
Sumber: antaranews
Jumlah pengunjung : 28 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...
Jumlah pengunjung : 36 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...
Jumlah pengunjung : 99 JAWA BARAT— Sebuah potret udara yang menampilkan bangunan Koperasi Desa (Ko...
Jumlah pengunjung : 62 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...
Jumlah pengunjung : 40 BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan lima proto...
Jumlah pengunjung : 41 BANTUL – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) me...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.