Fajar A • Aug 05 2026 • 30 Dilihat

BANTUL – Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) mendorong perubahan besar dalam dunia perpustakaan. Menjawab tantangan tersebut, Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) ke-17 yang digelar di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengusung transformasi perpustakaan yang lebih implementatif agar mampu beradaptasi dengan perubahan cara masyarakat mengakses dan memanfaatkan informasi.
Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia, Joko Santoso, menjelaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara masyarakat mencari, menggunakan, hingga berinteraksi dengan informasi. Oleh karena itu, transformasi perpustakaan tidak lagi hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga menempatkan manusia sebagai pusat ekosistem informasi.
Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, KPDI ke-17 tidak hanya menghadirkan seminar dan presentasi makalah ilmiah, tetapi juga memperluas ruang pembelajaran melalui berbagai kegiatan yang bersifat praktis dan aplikatif.
Penanggung jawab penyelenggara KPDI ke-17, Novy Diana Fauzie, mengatakan tema konferensi dipilih sebagai respons terhadap perubahan besar yang dibawa AI dalam mengakses, mengelola, memanfaatkan, hingga menyebarluaskan informasi.
Menurutnya, perkembangan tersebut menghadirkan peluang sekaligus tantangan baru bagi perpustakaan sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian, dan inovasi. Karena itu, kolaborasi antar pustakawan, akademisi, peneliti, praktisi teknologi informasi, hingga pengembang sistem perpustakaan menjadi semakin penting.
Dalam pidato kunci, Kepala Perpustakaan Nasional RI Aminudin Aziz menegaskan bahwa peran perpustakaan telah bergeser. Jika sebelumnya berfokus menyediakan akses informasi, kini perpustakaan juga bertanggung jawab memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar di tengah derasnya konten yang dihasilkan AI.
Ia menilai perpustakaan harus memperkuat literasi informasi, literasi digital, dan literasi data agar masyarakat mampu memanfaatkan AI secara kritis, bertanggung jawab, serta tetap menjunjung etika dan integritas dalam penggunaan teknologi.
Sebagai bentuk implementasi, KPDI ke-17 menghadirkan berbagai kegiatan seperti software clinic, Call for Papers, Call for Posters, lokakarya, workshop, kompetisi portal website perpustakaan, hingga cultural tour. Peserta juga memperoleh kesempatan mempublikasikan karya ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional bereputasi.
Melalui berbagai program tersebut, KPDI ke-17 diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk mempercepat transformasi perpustakaan digital yang adaptif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan era AI.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 50 JAKARTA – Universitas Republik Indonesia (URI) menjadi perhatian publik set...
Jumlah pengunjung : 27 BANTUL – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan lima proto...
Jumlah pengunjung : 37 KUDUS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengajak...
Jumlah pengunjung : 36 BANTUL – Rencana pemerintah mendirikan 10 kampus Universitas Republik Indon...
Jumlah pengunjung : 64 JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa anggaran pendidikan tid...
Jumlah pengunjung : 46 JAKARTA – Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dipastikan segera dibuka. Selain m...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.