Fajar A • Sep 14 2026 • 6 Dilihat

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X berpesan agar perguruan tinggi tidak kehilangan hubungan dengan masyarakat melalui ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang dikembangkan di kampus. Pesan tersebut disampaikan dalam Sarasehan Sains dan Teknologi Yogyakarta (SSTY) 2026 di Sleman, Rabu (9/9/2026), bersamaan dengan peluncuran Konsorsium Perguruan Tinggi se-DIY untuk mempertemukan kekuatan riset kampus dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Sri Sultan menilai keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup dilihat dari seberapa banyak pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang dihasilkan. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana hasil tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kedekatan perguruan tinggi dengan masyarakat juga tidak hanya ditentukan oleh lokasi kampus. Kampus dapat berada di tengah masyarakat, tetapi ilmu yang dikembangkan belum tentu menjawab persoalan yang dihadapi warga.
“Agar riset benar-benar sampai pada kesejahteraan, ia memerlukan jalur kelembagaan yang jelas,” ujar Sri Sultan.
Karena itu, ia menyambut baik pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi se-DIY sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai kekuatan riset dari perguruan tinggi.
Peluncuran konsorsium dilakukan bersama Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan. LLDIKTI Wilayah V mencatat telah terbentuk 22 konsorsium yang melibatkan 14 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Konsorsium tersebut berkoordinasi dengan lima pemerintah kabupaten dan kota untuk memetakan persoalan daerah sekaligus mempertemukannya dengan kepakaran yang dimiliki perguruan tinggi.
“Saya berharap konsorsium ini menjadi wadah kerja sama yang produktif agar riset antar perguruan tinggi saling mengisi, memiliki skala yang memadai, dan mampu memberi masukan kuat bagi kebijakan publik,” tutur Sri Sultan.
Menurutnya, keberadaan konsorsium tidak boleh berhenti sebagai wadah kerja sama antarkampus. Forum tersebut harus mampu mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan kapasitas riset yang tersedia di perguruan tinggi.
Sri Sultan mendorong pemerintah daerah dan perguruan tinggi membangun ruang pertemuan yang lebih konkret. Salah satunya dengan memanfaatkan dokumen perencanaan pembangunan daerah sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan riset yang relevan.
“Saya juga mendorong agar sesi pleno bersama Baperida Provinsi dan Bappeda kabupaten/kota dapat dimanfaatkan sebagai forum link and match. Persoalan riil pembangunan dalam dokumen perencanaan daerah perlu dipertemukan dengan kapasitas riset kampus yang relevan,” ujarnya.
Sejumlah persoalan yang dapat menjadi fokus kolaborasi meliputi kemiskinan dan layanan dasar, kesehatan, ketahanan iklim, ketahanan pangan, UMKM dan ekonomi kreatif, pariwisata dan budaya, lingkungan, persampahan, pendidikan, hingga ruang publik.
Kolaborasi lintas kampus juga dinilai penting karena persoalan daerah tidak dapat selalu diselesaikan melalui satu disiplin ilmu. Penggabungan kepakaran dari berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat menghasilkan riset yang lebih komprehensif dan memiliki dampak lebih besar.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan menegaskan bahwa tidak ada satu perguruan tinggi yang mampu menyelesaikan seluruh persoalan daerah secara mandiri. Karena itu, konsorsium dibangun sebagai ruang kerja bersama lintas kampus dan disiplin ilmu.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak yang mendorong pendidikan tinggi, riset, dan inovasi semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan.
Dengan demikian, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan untuk kepentingan akademik, tetapi juga memastikan hasil riset dapat diterapkan dalam kebijakan dan menyelesaikan persoalan masyarakat.
Pesan “ingat pulang” yang disampaikan Sri Sultan menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan yang berkembang di kampus pada akhirnya harus kembali kepada masyarakat. Riset tidak berhenti pada publikasi atau ruang akademik, tetapi perlu menemukan jalan menuju kebijakan, kesejahteraan, dan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.
Sumber: Kemdiktisaintek
Jumlah pengunjung : 107 Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta menginisias...
Jumlah pengunjung : 57 Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar...
Jumlah pengunjung : 91 Sebanyak 97 dari sekitar 380 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah...
Jumlah pengunjung : 104 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X melun...
Jumlah pengunjung : 202 YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta bersama DPRD Kota Yogyakarta m...
Jumlah pengunjung : 129 YOGYAKARTA — Di tengah derasnya arus informasi digital, buku tetap menjadi...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.