Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Bantul Ajukan 12 Titik Baru untuk Pemasangan Sistem Peringatan Dini Banjir-Longsor

    Dec 02 202585 Dilihat

    Upaya meningkatkan jangkauan pemantauan bencana di Kabupaten Bantul kembali diperkuat. BPBD Bantul mengusulkan penambahan perangkat early warning system (EWS) di wilayah yang memiliki kerentanan tinggi terhadap ancaman banjir dan longsor.

    Inisiatif ini dinilai krusial untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat jelang puncak musim penghujan. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, menyampaikan bahwa terdapat 12 titik baru yang diajukan untuk pemasangan sistem peringatan dini. Usulan tersebut kini memasuki tahap komunikasi lanjutan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

    “Semoga ada respons cepat. Minimal, pada 2026 sudah ada alokasi anggaran yang turun,” ujarnya pada Senin (1/12/2025).

    Lokasi yang diusulkan mencakup beberapa kalurahan di zona rawan, yakni Srimartani di Kapanewon Piyungan; Wonolelo dan Pleret di Kapanewon Pleret; Muntuk di Kapanewon Dlingo; serta Sendangsari dan Guwosari di Kapanewon Pajangan.

    Selain itu, sejumlah titik di Kapanewon Imogiri juga masuk dalam daftar pengajuan, seperti Selopamioro, Jembatan Kedungjati Selopamioro, Lembah Rubuh Selopamioro, Jembatan Timur Pasar Imogiri, dan Padukuhan Pengkol Sriharjo. Jembatan Kiringan Canden di Kapanewon Jetis turut menjadi bagian dari usulan tersebut.

    Mujahid menegaskan bahwa seluruh titik tersebut akan menjalani survei lanjutan untuk memastikan kelayakan pemasangan perangkat.

    “Nanti akan ada pendalaman lokasi untuk menentukan titik final pemasangan. Jadi 12 titik ini baru berdasarkan kajian awal terkait potensi banjir dan longsor,” jelasnya.

    Saat ini, Bantul memiliki enam perangkat EWS yang sudah berfungsi. Perangkat tersebut terpasang di Srimulyo (Piyungan), Wonolelo (Pleret), Selopamioro, dua unit di Wukirsari (Imogiri), serta satu di Munthuk (Dlingo).

    Seiring dengan rencana perluasan EWS, BPBD Bantul juga terus melakukan pemeriksaan rutin terhadap alat yang sudah terpasang. Staf Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Bantul, Nur Eta, melaporkan bahwa salah satu EWS di Nglingseng, Kalurahan Muntuk, ditemukan mengalami kerusakan.

    “Saat ini kami sudah menyampaikan laporan ke pimpinan dan masih menunggu arahan untuk langkah selanjutnya,” ujarnya.

    BPBD akan melanjutkan pengecekan ke titik lainnya. Sementara itu, sejak awal November Pemkab Bantul telah menetapkan status siaga bencana melalui instruksi Bupati sebagai bentuk antisipasi menghadapi potensi longsor, banjir, dan angin kencang.

    Sumber : Harian Jogja
    Penulis: Putri

    Share to

    Related News

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 45 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 72 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah ...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 69 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ...

    rekayasa lalin kotabaru, parkir nataru;ekayasa lalu lintas kotabaru jogja;parkir tambahan nataru jogja; pemkot jogja, libur nataru

    Kotabaru Lebih Lancar, Pemkot Jogja Ungk...

    by Dec 16 2025

    Jumlah pengunjung : 84 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di ...

    insentif guru honorer 2026;Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer...

    by Dec 15 2025

    Jumlah pengunjung : 84 JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastik...

    geopark Jogja, geosite DIY, konservasi geologi Jogja, Jogja Geopark Youth Forum, dan pelestarian geopark.

    Jogja Geopark Youth Forum Perkuat Edukas...

    by Dec 12 2025

    Jumlah pengunjung : 90 JOGJA—Upaya edukasi dan konservasi geopark di DIY semakin diperkuat oleh Jo...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top