Fajar A • Jun 22 2026 • 14 Dilihat

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali membuka Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPDDI) 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualifikasi akademik dosen sekaligus memperkuat kapasitas riset, pengembangan teknologi, dan inovasi di perguruan tinggi Indonesia.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa dosen memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
“Dosen adalah aset terbesar dari pendidikan tinggi dan tentu kita berharap dosen tidak perlu menunggu lama bisa langsung segera kuliah,” ujar Brian Yuliarto.
Menurutnya, BPDDI menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat peningkatan jumlah dosen bergelar doktor sekaligus memperkuat daya saing perguruan tinggi nasional.
“Harapannya ini dapat memberikan dampak untuk meningkatkan kapasitas riset, teknologi, dan sains serta mendorong inovasi dan hilirisasi,” katanya.
Melalui program ini, penerima beasiswa memperoleh dukungan pendanaan untuk menempuh studi doktoral sesuai ketentuan yang berlaku.
Fasilitas yang diberikan mencakup biaya pendidikan, bantuan biaya hidup, dukungan akademik, serta berbagai kebutuhan penunjang studi lainnya selama masa perkuliahan.
Program ini diharapkan dapat membantu dosen fokus menyelesaikan pendidikan tanpa terbebani masalah pendanaan.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Kemdiktisaintek melakukan penyempurnaan proses seleksi dengan menerapkan Tes Bakat Skolastik (TBS).
Tes tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan akademik, penalaran, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan calon peserta dalam menjalani pendidikan doktor.
Selain TBS, peserta juga akan mengikuti tahapan seleksi administrasi dan wawancara untuk menilai kesiapan akademik maupun rencana studi yang diajukan.
Program BPDDI menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.
Dengan semakin banyak dosen yang memiliki kualifikasi doktor, diharapkan kualitas pembelajaran, penelitian, publikasi ilmiah, dan inovasi di kampus dapat terus meningkat.
Peningkatan jumlah dosen bergelar doktor juga dinilai penting untuk memperkuat posisi perguruan tinggi Indonesia dalam persaingan pendidikan tinggi di tingkat global.
Sejak dijalankan, program BPDDI telah membantu ribuan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia melanjutkan studi ke jenjang doktor.
Sebagian besar penerima berasal dari bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), meskipun program ini juga terbuka bagi dosen dari berbagai disiplin ilmu lainnya.
Melalui pembukaan BPDDI 2026, pemerintah berharap semakin banyak dosen Indonesia yang dapat meningkatkan kompetensi akademiknya sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan inovasi nasional.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 39 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...
Jumlah pengunjung : 37 KUDUS – Pemerintah terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbag...
Jumlah pengunjung : 24 JAKARTA – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, mengajak para pelajar ...
Jumlah pengunjung : 41 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...
Jumlah pengunjung : 82 JAKARTA – Kesempatan menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kembali terb...
Jumlah pengunjung : 49 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktis...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.