Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Tiga Alumnus UGM Dapat Penghargaan atas Pembangunan Wanagama Nusantara

    Dec 15 2024146 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Dalam rangkaian perayaan Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15 Universitas Gadjah Mada (UGM), acara temu alumni bertajuk “Sinergi UGM dan Kagama” diadakan di Grha Sabha Pramana pada Sabtu (14/12) malam. Acara ini bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan harmoni antara UGM dengan Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama).

    Tiga Alumnus

    Tiga alumnus tersebut adalah Muchamad Sumedi, yang dikenal atas dedikasinya dalam rehabilitasi hutan dan lahan; Pungky Widiaryanto, yang berfokus pada pengembangan sumber daya air dan kehutanan; serta Dyah Murtiningsih, yang terlibat dalam pengelolaan gas dan rehabilitasi hutan. Wanagama Nusantara diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis lingkungan yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Penghargaan Kagama Award ini diserahkan langsung oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp. OG(K)., Ph.D., serta Ketua Umum PP Kagama, Basuki Hadimuljono.

    Selain penghargaan, acara ini juga diramaikan dengan lelang batik dan wastra, yang hasilnya digunakan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu. Ketua Bidang Pengabdian kepada Masyarakat dan Pelestarian Hidup PP Kagama, Sulastama Raharja, S.T., M.T., melaporkan bahwa Kagama telah menyalurkan dana sebesar Rp1,434 miliar kepada 453 mahasiswa melalui Program Beasiswa Kagama. . Beasiswa ini diserahkan secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa yang hadir.

    Ketua Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15 UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada para alumni atas dukungan yang konsisten terhadap almamater, terutama melalui program beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu.

    Hal ini menunjukkan komitmen UGM sebagai kampus kerakyatan yang menjunjung inklusivitas dan memberikan akses pendidikan tanpa diskriminasi. “UGM selalu berpegang pada prinsip bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang tidak bisa kuliah hanya karena keterbatasan finansial,” tegasnya.

    Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., juga menekankan pentingnya sinergi antara UGM dan Kagama melalui berbagai program kolaboratif, seperti Gadjah Mada Peduli, Orang Tua Asuh, hilirisasi riset dosen, serta kontribusi alumni dalam pengembangan kampus. Ia berharap alumni dapat terus terlibat dalam pengembangan pendidikan dan pengajaran, baik sebagai praktisi mengajar maupun pendukung riset dan inovasi, untuk menjadikan UGM sebagai pusat inovasi di Indonesia. “Momentum ini diharapkan semakin mempererat sinergi antara Kagama dan UGM,” ujarnya.

    Author: Allif 

    Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/rintis-pembangunan-wanagama-nusantara-tiga-alumnus-ugm-raih-penghargaan

    Share to

    Related News

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy An...

    by Apr 09 2026

    Jumlah pengunjung : 40 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan pe...

    Mendiktisaintek mendorong tugas mahasiswa dibuat dalam bentuk digital untuk meningkatkan efisiensi dan kesiapan menghadapi era teknologi.

    Mendiktisaintek: Saatnya Mahasiswa Beral...

    by Apr 08 2026

    Jumlah pengunjung : 39 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong agar tugas-tugas ma...

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menghadirkan program pengabdian dengan menerjunkan 150 alumni LPDP ke berbagai daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Program ini bertujuan untuk mempercepat transformasi digital di sekolah, khususnya di tingkat sekolah dasar. Para alumni akan bertugas selama kurang lebih 12 minggu dan ditempatkan di 150 sekolah di berbagai wilayah. Mereka berperan dalam mendukung pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, sekaligus membantu guru mengembangkan metode belajar yang lebih interaktif dan relevan bagi siswa. “Peserta hadir bukan sebagai pengganti guru, tetapi sebagai teman belajar digital dan mitra inovasi untuk bersama sama menghadirkan pembelajaran yang lebih menarik dan relevan bagi murid,” ujarnya. Program ini memiliki fokus pada pembiasaan penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar, peningkatan kemampuan guru melalui praktik langsung, serta penguatan budaya digital di lingkungan sekolah agar dapat berjalan secara berkelanjutan. Sebelum diterjunkan ke lapangan, para alumni telah mendapatkan pelatihan intensif yang mencakup kemampuan mengajar, pemanfaatan teknologi, serta strategi pembelajaran. Diharapkan, kehadiran mereka dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah 3T.

    Transformasi Digital Sekolah Dimulai, 15...

    by Apr 06 2026

    Jumlah pengunjung : 35 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Lembaga Pengelola Dana Pend...

    e-Rapor 2025 rapor digital sekolah Kemendikdasmen sistem penilaian pendidikan digitalisasi pendidikan Dapodik transparansi penilaian siswa data rapor nasional administrasi sekolah digita

    Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekol...

    by Dec 23 2025

    Jumlah pengunjung : 35 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi m...

    Raih Emas Pelaporan Data PDDikti, UNISA ...

    by Dec 20 2025

    Jumlah pengunjung : 46 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemila...

    Saat Tangan Bersatu, Bangsa Menguat: Mak...

    by Dec 11 2025

    Jumlah pengunjung : 127 Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya paling penting dalam kehidup...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top