Sharwo • Dec 07 2025 • 104 Dilihat

Mi instan sering menjadi solusi cepat saat lapar karena murah dan praktis. Namun, sebagai makanan ultra-proses (ultra processed food/UPF), konsumsinya memerlukan perhatian khusus karena kandungan nutrisinya yang tidak seimbang—tinggi natrium, lemak jenuh, dan kalori, namun sangat rendah serat, protein, dan vitamin.
Spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi (KGEH), dr. Aru Ariadno, mengingatkan bahaya konsumsi mi instan yang berlebihan.
“Masalah yang paling sering muncul seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, obesitas, diabetes, gangguan pencernaan, hingga gangguan fungsi ginjal,” ujarnya kepada detikcom Jumat (5/12/2025).
Proses pencernaan mi instan ternyata jauh lebih berat dibandingkan mi basah atau mi segar pada umumnya. Menurut dr. Aru, mi instan membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 jam hanya untuk hancur di dalam lambung sebelum diproses ke tahap selanjutnya.
Bahkan, pada kondisi tubuh tertentu, total waktu yang dibutuhkan mi instan untuk benar-benar dicerna hingga keluar dari tubuh bisa memakan waktu 1 sampai 2 hari. Durasi yang panjang ini disebabkan oleh tekstur mi yang padat, kandungan minyak, serta bahan tambahan pangan yang sulit diurai.
Dr. Aru menjabarkan beberapa alasan mengapa mi instan membebani sistem pencernaan:
Jika dikonsumsi terus-menerus, penumpukan efek mi instan dapat memicu lonjakan gula darah, perut begah, konstipasi, obesitas, hingga memberatkan kerja ginjal akibat natrium berlebih.
Meski demikian, mi instan masih boleh dikonsumsi dengan batasan yang wajar, yakni 1-2 kali per minggu. Dokter menyarankan agar penyajiannya diimbangi dengan tambahan serat dari sayuran (bayam, brokoli, sawi) dan protein (telur, ayam, tahu), serta mengurangi penggunaan bumbu kemasan terutama minyaknya.
Sumber: Detik Health
Jumlah pengunjung : 67 By. Nur Kholik Fenomena tahunan peringatan Hari Ibu di Indonesia kerap mengal...
Jumlah pengunjung : 113 Penipuan digital memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar pesan teks atau akun...
Jumlah pengunjung : 110 Bencana alam membawa beragam kerugian bagi masyarakat di wilayah terdampak. ...
Jumlah pengunjung : 119 Indonesia baru saja menorehkan rekor baru di kancah global. Bukan di bidang ...
Jumlah pengunjung : 85 Sebuah studi terbaru yang dirilis oleh Massachusetts Institute of Technology ...
Jumlah pengunjung : 131 Keberadaan hutan sebagai ekosistem kompleks yang menaungi ragam vegetasi dan...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.