Jumlah pengunjung : 192
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil menciptakan solusi inovatif dalam menangani pencemaran limbah batik. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta, tim yang dipimpin oleh Jalu Bahtiar Baharudin memanfaatkan limbah kulit jeruk sebagai bioadsorben untuk menyerap zat pewarna berbahaya dalam limbah batik.
Penelitian ini didasarkan pada dua masalah utama: tingginya limbah cair dari industri batik yang mencemari lingkungan dan banyaknya kulit jeruk yang terbuang dari aktivitas kuliner. Setelah berbagai uji laboratorium, tim menemukan bahwa kulit jeruk mengandung pektin, senyawa yang efektif dalam menyerap zat pewarna sintetis.
Untuk memastikan efektivitas bioadsorben ini, penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik spektrofotometri UV-Vis guna mengukur daya serapnya, serta FTIR dan SEM-EDX untuk menganalisis struktur kimia setelah interaksi dengan limbah batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kulit jeruk dapat menjadi alternatif ramah lingkungan dalam mengurangi pencemaran limbah industri tekstil.
Dengan adanya inovasi ini, mahasiswa UNY tidak hanya menunjukkan kontribusi nyata dalam pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang baru dalam pemanfaatan limbah organik. Harapannya, riset ini dapat terus dikembangkan sehingga dampaknya lebih luas bagi industri dan lingkungan.
Aithor: Allif
Sumber: https://www.uny.ac.id/index.php/id/berita/mahasiswa-uny-sulap-limbah-kulit-jeruk-jadi-bioadsorben-untuk-atasi-limbah-batik-0
No comments yet.