Fajar A • Jun 11 2026 • 4 Dilihat

JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami perkembangan pesat. Pada tahun 2026, jumlah peserta didik yang diterima dalam program tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menandai semakin luasnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, mengungkapkan bahwa jumlah siswa Sekolah Rakyat pada tahun ini telah melampaui 32.000 orang. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatat sekitar 15.000 siswa.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul saat bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Dudung Abdurachman, di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
“Kami laporkan bahwa tahun lalu sekitar 15 ribu lebih siswa, dan tahun ini meningkat menjadi lebih dari 32 ribu siswa Sekolah Rakyat. Peningkatan ini seiring dengan pembangunan gedung permanen yang terus dilakukan atas arahan Presiden,” ujar Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, peningkatan jumlah peserta didik tidak terlepas dari percepatan pembangunan fasilitas pendidikan yang terus dilakukan pemerintah.
Program Sekolah Rakyat dirancang menggunakan konsep sekolah berasrama (boarding school) yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang tidak lagi bersekolah atau berisiko putus sekolah.
Melalui pembangunan gedung permanen dan perluasan kapasitas sekolah, pemerintah berharap semakin banyak anak Indonesia memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Pada Juli 2026, Program Sekolah Rakyat akan memasuki usia satu tahun sejak pertama kali dijalankan. Pemerintah berencana memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program.
Evaluasi akan mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola program, kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga tantangan yang dihadapi selama implementasi di berbagai daerah.
“Kami ingin memastikan Sekolah Rakyat ini tidak hanya berjalan, tetapi juga terus membaik dan mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan terampil,” katanya.
Gus Ipul juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Staf Presiden, agar program ini dapat berkembang lebih luas dan menjangkau lebih banyak anak yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Sementara itu, Dudung Abdurachman menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung penuh keberlangsungan Program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut menjadi salah satu solusi strategis dalam mengatasi masalah anak putus sekolah sekaligus memperkecil kesenjangan akses pendidikan di Indonesia.
“Anak-anak yang tidak sekolah atau putus sekolah akan ditampung dan dididik melalui sistem berasrama di Sekolah Rakyat,” ujar Dudung.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan di Sekolah Rakyat tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kedisiplinan, serta pengembangan keterampilan hidup yang dibutuhkan siswa di masa depan.
Pemerintah menilai Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045 yang menargetkan lahirnya generasi muda yang kompetitif, produktif, serta memiliki daya saing tinggi di tingkat global.
Untuk mendukung keberhasilan program, pemerintah akan terus memperkuat koordinasi antar kementerian dan lembaga, termasuk dalam pembangunan fasilitas pendidikan, penyediaan tenaga pendidik, dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Dengan bertambahnya jumlah siswa serta penguatan sistem pendidikan yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjadi solusi nyata bagi anak-anak kurang mampu untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dan kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 49 Wamendiktisaintek: Keberhasilan AI Ditentukan SDM, Bukan Sekadar Teknologi JA...
Jumlah pengunjung : 13 Inspiratif, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo dengan IPK 3,8...
Jumlah pengunjung : 14 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi ...
Jumlah pengunjung : 21 JAKARTA – Pemerintah terus mempercepat pengembangan Program Sekolah Rakyat ...
Jumlah pengunjung : 29 JOGJA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisainte...
Jumlah pengunjung : 77 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengalami...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.