Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Profil KH Abdul Kahar Mudzakkir: Pahlawan Nasional dari Jogja, Perumus Pancasila

    Jun 25 2025160 Dilihat

    Kahar Mudzakkir

    Abdul Kahar Mudzakkir lahir di Kotagede, Yogyakarta pada 16 April 1907. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Muhammadiyah Kotagede, kemudian belajar di pesantren Gading, Krapyak, hingga Mambaul Ulum Solo. Setelah menunaikan ibadah haji pada usia muda, ia melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar dan Darul Ulum, Mesir. Selama 13 tahun di sana, ia aktif dalam kegiatan keagamaan dan pergerakan antikolonial, bahkan sempat hadir di Muktamar Islam Internasional mewakili Asia Tenggara.

    Setibanya di tanah air pada 1938, Kahar langsung bergabung dengan Muhammadiyah dan menjabat Direktur Madrasah Mualimin. Ia pula bergabung dalam Partai Islam Indonesia sebagai pimpinan pusat sebelum partai tersebut dibubarkan pada masa pendudukan Jepang. Saat Indonesia menyusun dasar negara, ia diundang menjadi anggota Panitia Sembilan—bersama Soekarno, Hatta, dan tokoh lainnya—untuk merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pancasila.

    Baca juga: https://wartapendidikanjogja.com/prof-hamam-hadi-tokoh-gizi-jogja/

    Meskipun ia sempat menolak perubahan sila pertama yang mengikutkan syariat Islam, Kahar akhirnya menyetujui versi final Pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa,” demi menjaga persatuan bangsa. Setelah kemerdekaan, ia menjadi rektor pertama Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta pada rentang 1945–1960. Selama masa kepemimpinannya, UII berkembang pesat sebagai pusat pendidikan tinggi Islam.

    Pemerintah kemudian menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdul Kahar Mudzakkir pada 8 November 2019, sebagai pengakuan atas kontribusinya terhadap pendirian bangsa dan pendidikan nasional. Jejak karier dan pemikiran beliau menjadikan Kahar sebagai inspirasi bagi generasi baru Indonesia yang menghargai nilai keagamaan dan kebangsaan sekaligus.

    Ditulis oleh Aizan
    Sumber gambar: https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/2019/11/08/57fe54b8-e866-4f61-8685-167f74543d4a_169.jpeg?w=700&q=90
    Artikel ini diadaptasi dari https://www.detik.com/jogja, diakses pada 25 Juni 2025.

    Share to

    Related News

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy An...

    by Apr 09 2026

    Jumlah pengunjung : 107 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan p...

    Deretan Anak Muda Indonesia yang Tembus ...

    by Dec 02 2025

    Jumlah pengunjung : 113 Panggung global kembali menyoroti kiprah generasi muda yang visioner di teng...

    Profil Melliza Xaviera, Dokter Lulusan U...

    by Nov 29 2025

    Jumlah pengunjung : 86 Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Melli...

    Kisah Unik Prawidha Murti, Pengacara Ulu...

    by Nov 28 2025

    Jumlah pengunjung : 60 Di tengah gairah olahraga renang Indonesia yang kian memuncak, ditandai denga...

    Merantau, Berjuang, dan Menemukan Manisn...

    by Aug 15 2025

    Jumlah pengunjung : 200 Warta Pendidikan Jogja – Azmi Sani, wisudawan berprestasi Program Studi Ba...

    Selo Soemardjan

    Selo Soemardjan: Bapak Ilmu Sosial Indon...

    by Jul 24 2025

    Jumlah pengunjung : 443 Selo Soemardjan adalah tokoh penting dalam perkembangan ilmu sosial di Indon...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top