Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Menumbuhkan Sikap Toleransi di Kalangan generasi milenial

    Sep 11 2024146 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Seiring bertambahnya pengalaman hidup, kita akan sering bertemu orang-orang dengan karakter, sifat, dan prinsip yang berbeda-beda. Terutama di lingkungan teman-teman kita, perbedaan sudut pandang, prinsip, ide, dan latar belakang menjadi hal biasa. Fenomena ini sangat wajar, terutama ketika kita semakin dewasa dan semakin jelas prinsip yang benar untuk mengejar mimpi masing-masing. Anak-anak bangsa Indonesia, yang hidup dalam keberagaman, telah terbiasa dengan perbedaan ini dan belajar untuk hidup bersama. Hidup di tengah perbedaan ini membawa kita pada pembelajaran untuk saling sikap toleransi. Anak muda Indonesia, menurut penelitian dari IDN Research Institute, menunjukkan optimisme dalam menjaga toleransi dan memiliki visi bersama untuk membangun persatuan Indonesia. Mereka mampu mendengarkan dan menerima perbedaan pendapat atau ide, meskipun tidak selalu setuju.

    Perbedaan adalah hal yang biasa dan dapat diatasi selama ada toleransi sosial. Ini berarti kita dapat saling memahami dan menghargai satu sama lain. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat diambil untuk menumbuhkan rasa toleransi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pendidikan remaja:

    1. Berteman dengan Semua Orang:

       Di usia produktif, remaja perlu mencari teman sebanyak mungkin. Dalam proses ini, mereka akan berkenalan dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Keragaman bukanlah masalah jika dijalani dengan tulus dan komitmen untuk menghargai pendapat orang lain.

    2. Tidak Memotong Omongan Orang:

       Remaja sering kali suka berdiskusi dan berbicara, tetapi kebiasaan buruk memotong omongan orang lain sering terjadi. Mendengarkan sampai selesai adalah kunci untuk benar-benar memahami apa yang disampaikan orang dan memberikan penghargaan yang lebih besar.

    3. Memberikan Apresiasi dan Kritik yang Positif:

       Pro dan kontra adalah hal yang wajar dalam diskusi. Remaja dapat secara bebas menyampaikan pendapat atau kritik mereka, tetapi cara berbicara yang baik tanpa menghakimi lawan bicara sangat penting. Mulailah dengan memberikan apresiasi sebelum menyampaikan pendapat, dan bersiaplah menerima kritik dengan sikap terbuka.

    4. Mengurangi Menilai Orang Tanpa Mengenal:

       Remaja perlu mengurangi kebiasaan menilai orang berdasarkan tindakan atau faktor-faktor tertentu seperti ras atau suku. Lebih baik melihat dari berbagai sudut pandang dan mencoba memahami alasan di balik perilaku seseorang.
    Perbedaan tidak dapat dihindari, terutama di Indonesia dengan keberagaman suku, ras, dan agama. Namun, membangun dan mengembangkan rasa toleransi menjadi suatu keharusan. Sebagai generasi penerus bangsa, pendidikan remaja memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi positif dan mendukung visi Indonesia yang bersatu dan harmonis.

    Sumber:

    • https://www.freepik.com/free-photo/helping-each-other_12163719.htm#fromView=search&page=1&position=51&uuid=f667ef46-8acc-4704-bd2a-a3ac768d6463
    • https://www.kompasiana.com/raihanwz410/6295d5a553e2c36b7248a744/toleransi-di-kalangan-milenial
    Share to

    Related News

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 45 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 72 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah ...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 69 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ...

    rekayasa lalin kotabaru, parkir nataru;ekayasa lalu lintas kotabaru jogja;parkir tambahan nataru jogja; pemkot jogja, libur nataru

    Kotabaru Lebih Lancar, Pemkot Jogja Ungk...

    by Dec 16 2025

    Jumlah pengunjung : 84 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di ...

    insentif guru honorer 2026;Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer...

    by Dec 15 2025

    Jumlah pengunjung : 84 JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastik...

    geopark Jogja, geosite DIY, konservasi geologi Jogja, Jogja Geopark Youth Forum, dan pelestarian geopark.

    Jogja Geopark Youth Forum Perkuat Edukas...

    by Dec 12 2025

    Jumlah pengunjung : 90 JOGJA—Upaya edukasi dan konservasi geopark di DIY semakin diperkuat oleh Jo...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top