Jumlah pengunjung : 169
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengungkapkan bahwa masih banyak anak perempuan di Indonesia yang mengalami putus sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa akses pendidikan yang setara antara laki-laki dan perempuan belum sepenuhnya terwujud di berbagai daerah.
Beberapa faktor menjadi penyebab utama kondisi tersebut, di antaranya adalah pernikahan usia dini, keterbatasan ekonomi keluarga, serta adanya norma sosial yang masih memprioritaskan pendidikan anak laki-laki dibandingkan perempuan. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam upaya mencapai kesetaraan gender di bidang pendidikan.
Selain itu, perempuan juga menghadapi berbagai hambatan lain seperti keterbatasan akses pendidikan, peluang ekonomi yang tidak merata, serta risiko terhadap kekerasan. Hal-hal tersebut turut memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak perempuan, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas dan dukungan sosial.
Pendidikan memiliki peran penting dalam memberdayakan perempuan. Dengan memperoleh pendidikan yang layak, perempuan dapat meningkatkan kualitas hidup, memperluas peluang masa depan, serta memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan yang lebih baik bagi dirinya maupun lingkungannya.
Sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/818093/menteri-pppa-sebut-anak-perempuan-masih-banyak-yang-berhenti-sekolah
Gambar: Tribun Jatim
No comments yet.