Fajar A • Jun 30 2026 • 12 Dilihat

JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembangan koperasi pesantren dapat menjadi salah satu instrumen strategis untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren.
Menurutnya, koperasi di lingkungan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga menjadi sarana membangun ekonomi kerakyatan yang berlandaskan semangat gotong royong, kebersamaan, dan kemandirian.
“Koperasi pesantren dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Ini adalah wujud konkret semangat kebersamaan kita dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dari lingkungan pesantren,” ujarnya.
Muhammad Syafi’i mengajak seluruh pesantren untuk memanfaatkan koperasi sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian lembaga.
Ia menilai koperasi memiliki peran penting dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat karena dibangun atas prinsip kebersamaan, saling membantu, dan pemerataan manfaat bagi seluruh anggotanya.
Wamenag menegaskan pemerintah memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan nasional.
Selain berperan dalam pendidikan keagamaan, pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pengembangan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan produktif, termasuk koperasi dan kewirausahaan.
Dengan dukungan yang tepat, pesantren diharapkan mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan akademik, karakter kuat, sekaligus jiwa wirausaha.
Muhammad Syafi’i juga menilai penguatan koperasi pesantren sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional melalui pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, pesantren memiliki sumber daya dan jaringan yang luas sehingga dapat berkontribusi dalam menciptakan ekonomi yang lebih inklusif dan berkeadilan.
“Kita sedang menata kembali ekonomi nasional agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Semangat ini selaras dengan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak ekonomi bangsa,” katanya.
Pengembangan koperasi pesantren juga dinilai menjadi bagian dari upaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui penguatan ekonomi berbasis pesantren, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, membuka lapangan kerja, dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Sumber: jogja.antaranews
Jumlah pengunjung : 19 JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jala...
Jumlah pengunjung : 49 SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoal...
Jumlah pengunjung : 35 JAKARTA – Usulan peningkatan kesejahteraan guru kembali mengemuka. Wakil Ke...
Jumlah pengunjung : 55 PIDIE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menarget...
Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...
Jumlah pengunjung : 43 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisain...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.