Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Mengunjungi Museum Purbakala Pleret: Wisata Edukatif di Bantul

    Dec 21 2024147 Dilihat

    Museum Purbakala Pleret Bantul

    Warta Pendidikan Jogja – Museum Purbakala Pleret, terletak di Dusun Kedaton, Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, merupakan destinasi edukatif yang menawarkan pengalaman menyenangkan bagi pengunjung. Dibuka untuk umum pada 10 Maret 2014, museum ini menyimpan sekitar 250 artefak bersejarah yang mencakup berbagai periode, mulai dari masa prasejarah hingga era Mataram Islam.

    Salah satu daya tarik utama museum ini adalah Sumur Gumuling, yang diyakini telah ada sejak masa pemerintahan Amangkurat I. Sumur dengan diameter sekitar 70 cm dan kedalaman 2,7 meter ini terletak di halaman utara museum dan masih berfungsi hingga kini. Keberadaan sumur ini menandakan lokasi bekas berdirinya Keraton Pleret, menambah nilai historis bagi museum.

    Selain Sumur Gumuling, museum ini juga menampilkan berbagai koleksi seperti arca Hindu-Buddha, peralatan rumah tangga kuno, serta komponen bangunan dari masa Mataram Islam. Salah satu koleksi unggulannya adalah Keris Sabuk Inten, yang ditemukan saat ekskavasi di Situs Cagar Budaya Kauman Pleret pada tahun 2010. Keris ini memiliki lekuk 11 dengan pamor beras wutah, menambah kekayaan budaya yang dipamerkan di museum.

    Pengunjung tidak perlu khawatir dengan kesan seram yang sering dikaitkan dengan museum purbakala. Museum Purbakala Pleret dirancang dengan suasana yang ramah dan edukatif, menjadikannya tempat yang cocok untuk belajar sejarah sambil bersenang-senang. Dengan berbagai koleksi dan fasilitas yang tersedia, museum ini menjadi destinasi yang menarik bagi siapa saja yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya Yogyakarta.

    Penulis: Aizan Syalim

    Sumber Gambar: https://akcdn.detik.net.id/community/media/visual/2024/03/19/museum-sejarah-purbakala-pleret-bantul_169.jpeg?w=700&q=90

    Sumber Berita: https://www.detik.com/jogja/budaya/d-7250578/serunya-main-ke-museum-purbakala-di-pleret-bantul-jauh-dari-kesan-seram

    Share to

    Related News

    Di Balik Puluhan Ribu Kasus Keracunan da...

    by May 11 2026

    Jumlah pengunjung : 139 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seha...

    Waspada Penularan Virus Hanta dari Tikus...

    by May 09 2026

    Jumlah pengunjung : 230 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 146 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung p...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 219 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 171 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...

    rekayasa lalin kotabaru, parkir nataru;ekayasa lalu lintas kotabaru jogja;parkir tambahan nataru jogja; pemkot jogja, libur nataru

    Kotabaru Lebih Lancar, Pemkot Jogja Ungk...

    by Dec 16 2025

    Jumlah pengunjung : 167 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top