sarwoo • Nov 24 2025 • 114 Dilihat

Kebutuhan dan keinginan sering kali datang beriringan sehingga banyak orang yang kerap kali salah dalam memilih untuk mewujudkan dari salah satunya. Tentunya kita harus dapat mempertimbangkan dengan baik antara kebutuhan dan keinginan, serta dapat membedakan dengan baik antara kebutuhan dan keinginan, karena keduanya merupakan hal-hal yang kita inginkan.
Pada saat apa suatu hal menjadi sebuah kebutuhan bagi kita? Pada dasarnya kebutuhan merupakan segala sesuatu yang diperlukan demi kelangsungan hidup dan ketika hal tersebut terpenuhi maka akan timbul kesejahteraan. Kebutuhan ini bersifat mutlak untuk pertahanan hidup, seperti sandang, pangan, dan papan. Contohnya makan, kesehatan, rumah, dan keamanan, jika salah satu tidak terpenuhi maka akan menyebabkan kerugian atau bahkan bahaya.
Lalu saat apa suatu hal merupakan keinginan bagi kita? Keinginan merupakan suatu hasrat yang ingin dimiliki demi tercapainya suatu kepuasan dan kebahagiaan. Keinginan tidak harus terpenuhi, karena tidak ada risiko yang tinggi jika tidak memperolehnya. Keinginan ini bersifat subjektif dan tidak memiliki batasan yang jelas. Banyak faktor yang dapat menimbulkan rasa ingin terhadap sesuatu hal, seperti terpengaruhi oleh iklan, munculnya tren, bahkan kondisi ekonomi seseorang.
Baca juga: 5 Trik Psikologi Sederhana untuk Mengalahkan Sistem Kebut Semalam (SKS)
1. Prioritas
Jika dilihat dari tingkat risiko maka akan mudah untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Lalu mana yang harus kita prioritaskan? Tentu kebutuhan. Ketika keinginan tidak terpenuhi maka hanya akan muncul rasa kecewa dan ketidakpuasan, tetapi tidak akan mengancam dalam kelangsungan hidup.
2. Management keuangan
Mengatur dan mengelola keuangan dengan baik akan membantu untuk mengalokasikan dana kepada kebutuhan terlebih dahulu dan sisanya dapat dijadikan untuk mewujudkan keinginan kita, meski beberapa hal butuh menabung terlebih dahulu.
3. Tidak mudah dipengaruhi
Analisislah jika sudah terdorong dalam pengaruh luar, seperti iklan. Apakah hal tersebut sebuah kebutuhan atau hanya sekedar keinginan sementara.
4. Evaluasi
Dalam memilih atau mewujudkan suatu hal, maka jauh lebih baik untuk mempertimbangkannya dengan matang, seperti mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah hal tersebut sudah tepat untuk diwujudkan atau belum, atau bahkan ada suatu alternatif yang lebih ekonomis dan efisien.
Kemudian bagaimana jika kita sulit untuk menolak ajakan teman? Hal ini berkaitan dengan poin 3 di atas, yaitu tidak mudah dipengaruhi oleh faktor eksternal salahsatunya teman. Banyak yang menira karna salah satu orang terdekat kita sehingga kita sulit untuk menolak ajakannya.
Hal ini sering disebabkan oleh people pleasing, yaitu suatu hasrat yang menyenangkan orang lain, walaupun harus mengorbankan diri sendiri. Maka dari itu harus mempunyai batasan yang jelas dan mencoba untuk menolak dengan cara yang sopan, serta memberikan alasan yang dapat dipahami dan jangan lupa untuk memikirkan kebahagiaan kita sendiri. Karena bagaimanapun diri sendirilah yang mempunyai peran penting utama dalam keberlangsungan hidup kita.
Jika dirasa memang sulit dan sudah menganggu maka coba pertimbangkan dengan mencari bantuan yang professional seperti melakukan konsultasi dengan psikolog.
Penulis : Citra Ayu
Jumlah pengunjung : 28 Indonesia dan Arab Saudi memperkuat kerja sama di bidang pendidikan tinggi, s...
Jumlah pengunjung : 43 Pemerintah membuka seleksi peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS)...
Jumlah pengunjung : 33 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama...
Jumlah pengunjung : 112 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuli...
Jumlah pengunjung : 159 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam ...
Jumlah pengunjung : 145 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memper...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.