sarwoo • Nov 29 2025 • 153 Dilihat

Pemanfaatan teknologi biometrik dalam layanan imigrasi di Indonesia memasuki babak baru dengan hadirnya “seamless corridor”. Teknologi ini memungkinkan penumpang melewati gerbang imigrasi tanpa perlu berhenti sama sekali, menciptakan pengalaman koridor tanpa hambatan, dan menjadikannya yang pertama diterapkan di dunia.
Inovasi revolusioner ini didukung oleh teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dari Amadeus. Penerapannya merupakan realisasi dari program pemerintah bertajuk “All Indonesia”, yang dirancang untuk merampingkan prosedur kedatangan internasional serta meningkatkan efisiensi operasional bandara secara signifikan.
Saat ini, pemasangan dua unit seamless corridor sedang berlangsung di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Rencananya, instalasi serupa akan diperluas ke Bandara Internasional Juanda, Surabaya. Pada tahap awal implementasi, prioritas akses akan diberikan kepada kelompok penumpang lanjut usia (lansia) dan mereka yang berkebutuhan khusus, dengan syarat melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui aplikasi All Indonesia.
Pejabat senior Amadeus, Rudy Daniello, menjelaskan bahwa integrasi antara identitas digital dan biometrik di titik layanan bandara telah mewujudkan perjalanan yang benar-benar mulus, aman, dan efisien.
“Seamless Corrdor adalah ‘permata di mahkota’ portofolio menyeluruh kami untuk perjalanan tanpa hambatan, membantu menghilangkan hambatan dan antrean di perbatasan. Dikombinasikan dengan inovasi dalam identitas digital dan biometrik di titik-titik layanan bandara utama, akhirnya maskapai penerbangan, bandara, dan pemerintah dapat menyediakan pengalaman yang benar-benar lancar dan aman, bebas dari pemeriksaan dokumen, antrean, dan hambatan,” jelas Rudy Daniello, dikutip dari situs resmi Amadeus.
Secara teknis, sistem ini bekerja melalui tiga tahapan kunci yang sistematis:
Teknologi ini sejatinya bukan hal yang sepenuhnya asing bagi Indonesia. Sebelumnya, mekanisme serupa telah sukses diuji coba untuk memfasilitasi perjalanan jemaah haji dan umrah. Dengan estimasi 220.000 jemaah yang bepergian antara Indonesia dan Arab Saudi setiap tahunnya, uji coba tersebut mencatatkan kinerja impresif dengan kemampuan memproses lebih dari 30 orang per menit dan total melayani 50.000 penumpang.
Baca juga: Sekolah Masa Depan: Pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) di Sekolah
Sumber: CNN Indonesia
Penulis: Sarwo
Jumlah pengunjung : 95 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperk...
Jumlah pengunjung : 105 YOGYAKARTA – Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak pe...
Jumlah pengunjung : 98 DENPASAR – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisai...
Jumlah pengunjung : 100 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisai...
Jumlah pengunjung : 83 JAKARTA – Sekolah kedinasan kembali menjadi salah satu jalur yang diminati ...
Jumlah pengunjung : 120 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) be...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.