Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Riset TikTok Gen Z Ungkap Fenomena Kesepian di Tengah Konten Viral

    Aug 22 2025287 Dilihat

    Riset TikTok Gen Z

    Produk budaya daring terkini seperti TikTok ternyata telah memicu fenomena paradoks yang disebut “loneliness in the crowd”, di mana generasi muda — khususnya Gen Z — merasa kesepian meski berinteraksi intens di dunia maya. Fenomena ini digambarkan melalui penelitian berjudul “Loneliness in the Crowd: Eksplorasi Literasi Media Digital pada Fenomena Kesepian di TikTok melalui Konfigurasi Kajian Hiperrealitas Audiovisual” yang digagas oleh mahasiswi Ilmu Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

    Dibiayai oleh Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025 senilai Rp6,2 juta dari Kemendikbudristek, penelitian ini dipimpin oleh Fifin Anggela Prista. Ia menemukan bahwa keterasingan emosional seringkali tersembunyi di balik layar perangkat digital, meskipun layar itu menampilkan interaksi sosial yang tampak hangat. Konten estetik berisikan kutipan emosi, kisah kesepian, atau narasi personal sering kali diproduksi ulang sebagai bentuk coping terhadap stres — namun ironisnya memicu efek domino. Semakin banyak konten seperti ini muncul, semakin kuat kemungkinan pengguna mengalami gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan ketidakamanan diri.

    Fifin menjelaskan bahwa fenomena ini tak hanya berdampak secara individual, tetapi juga sistemik. Algoritma TikTok yang menampilkan konten serupa secara berkelanjutan memperkuat perasaan keterasingan pengguna. Parahnya, konten tersebut lalu dianggap sebagai realitas oleh banyak penikmat media visual — sebuah dinamika hiperrealitas yang berbahaya bila tidak disikapi kritis.

    Untuk menanggulangi dampak ini, tim riset bernama Hypercrowd berencana berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna merancang literasi digital. Program ini akan memasukkan pendekatan manajemen konsumsi konten serta strategi menjaga kesehatan mental digital untuk masyarakat luas—khususnya Gen Z. Upaya ini diharapkan menjadi inovasi penting bagi pelibatan positif media digital di generasi digital natives.

    Penulis: Aizan
    Sumber Gambar dan Berita: https://lldikti5.kemdikbud.go.id/home/detailpost/loneliness-in-the-crowd-riset-mahasiswa-umy-ungkap-dampak-konten-tiktok-bagi-mental-gen-z

    Share to

    Related News

    Masuk 5 Besar Kampus Berprestasi, 2 Perg...

    by Dec 26 2025

    Jumlah pengunjung : 87 Dua perguruan tinggi kenamaan di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) da...

    Raih Emas Pelaporan Data PDDikti, UNISA ...

    by Dec 20 2025

    Jumlah pengunjung : 126 Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta kembali menorehkan prestasi gemil...

    UNAIR Tempati Peringkat 9 Nasional, Sabe...

    by Nov 28 2025

    Jumlah pengunjung : 121 Universitas Airlangga (UNAIR) kembali mengukir prestasi gemilang di kancah n...

    Unhas Kembali Juara Umum PIMNAS ke-38, B...

    by Nov 27 2025

    Jumlah pengunjung : 146 Universitas Hasanuddin (Unhas) sukses mengukuhkan diri kembali sebagai Juara...

    Muhammad Farid, Mahasiswa Kedokteran UAD...

    by Nov 24 2025

    Jumlah pengunjung : 148 Muhammad Farid, mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan ...

    SMK-SMTI Yogyakarta Tingkatkan Kesiapan ...

    by Nov 04 2025

    Jumlah pengunjung : 205 Di SMK‑SMTI Yogyakarta sekolah kejuruan terus memperkuat kesiapan siswanya...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top