Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Sri Sultan Hamengkubuwono IX: Sultan Pelopor Bangsa dan Olahraga

    Jun 30 2025198 Dilihat

    Hamengkubuwono IX

    Sri Sultan Hamengkubuwono IX lahir pada 12 April 1912 di Sompilan, Ngasem, Yogyakarta. Terlahir sebagai Gusti Raden Mas Dorodjatun, ia memulai pendidikan di sekolah dasar di Yogyakarta sebelum melanjutkan ke Belanda pada 1930 dan belajar Indologi serta administrasi kolonial di Universitas Leiden. Meskipun menimba ilmu di negara Eropa, ia mencatatkan pernyataan mendalam: “meskipun saya pendidikannya barat, saya tetap orang Jawa” saat dinobatkan menjadi Sultan pada 18 Maret 1940 .

    Setelah dinobatkan, Hamengkubuwono IX memimpin Yogyakarta melalui masa kritis mulai pendudukan Jepang hingga masa revolusi. Ia berperan besar dalam mendukung kemerdekaan RI, termasuk menjadi Gubernur Istimewa Yogyakarta sejak 1945 . Pada 1 Maret 1949, ia mengizinkan markas militer Yogyakarta bersembunyi di istananya untuk mendukung Agresi Militer Belanda, serta mendukung Serangan Umum 1 Maret melalui logistik rezim lokal .

    Selain prestasi politik, ia juga dikenal sebagai Bapak Pramuka Indonesia, menjabat Ketua Kwartir Nasional dan mendirikan Gerakan Pramuka nasional. Tak hanya itu, selama pemerintahan Orde Baru (1966–1973), ia menjabat Menteri Koordinator Bidang Ekonomi & Keuangan, dan terpilih sebagai Wakil Presiden kedua RI (1973–1978), di bawah Presiden Soeharto.

    Baca juga: https://wartapendidikanjogja.com/profil-sumaryanto-rektor-uny/

    Sultan Hamengkubuwono IX wafat di Washington D.C. pada 2 Oktober 1988 dan dimakamkan di Astana Imogiri. Sebagai pengakuan atas dedikasinya—sebagai Sultan yang memperkuat institusi kerajaan, tokoh nasional, serta tokoh olahraga dan pendidikan—ia mendapatkan gelar Pahlawan Nasional secara anumerta. Ia dikenang sebagai figur keseimbangan, antara tradisi Jawa dan modernitas Indonesia.

    Ditulis oleh Aizan
    Sumber gambar: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/38/Hamengkubawono_IX_Official_Portrait.jpg
    Artikel ini diadaptasi dari srisultanhanengkubuwono.wordpress.com, diakses pada 30 Juni 2025.

    Share to

    Related News

    Gus Hilmy menyoroti wacana sekolah daring dan mengingatkan agar pendidikan tidak dikorbankan demi kebijakan hemat energi.

    Hemat Energi vs Pendidikan, Gus Hilmy An...

    by Apr 09 2026

    Jumlah pengunjung : 107 Wacana penerapan kembali pembelajaran daring sebagai bagian dari kebijakan p...

    Deretan Anak Muda Indonesia yang Tembus ...

    by Dec 02 2025

    Jumlah pengunjung : 113 Panggung global kembali menyoroti kiprah generasi muda yang visioner di teng...

    Profil Melliza Xaviera, Dokter Lulusan U...

    by Nov 29 2025

    Jumlah pengunjung : 86 Indonesia kembali mengukir prestasi gemilang di panggung internasional. Melli...

    Kisah Unik Prawidha Murti, Pengacara Ulu...

    by Nov 28 2025

    Jumlah pengunjung : 61 Di tengah gairah olahraga renang Indonesia yang kian memuncak, ditandai denga...

    Merantau, Berjuang, dan Menemukan Manisn...

    by Aug 15 2025

    Jumlah pengunjung : 200 Warta Pendidikan Jogja – Azmi Sani, wisudawan berprestasi Program Studi Ba...

    Selo Soemardjan

    Selo Soemardjan: Bapak Ilmu Sosial Indon...

    by Jul 24 2025

    Jumlah pengunjung : 444 Selo Soemardjan adalah tokoh penting dalam perkembangan ilmu sosial di Indon...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top