Fajar A • Apr 17 2026 • 60 Dilihat

Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival dengan mengorkestrasi berbagai event agar lebih terarah, terintegrasi, dan berdampak nyata. Strategi ini tidak hanya berfokus pada jumlah kegiatan, tetapi juga kualitas serta kontribusinya terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa konsep Kota Festival harus disusun melalui perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor. Dengan pendekatan ini, setiap event diharapkan mampu menjadi daya tarik utama yang mendorong wisatawan datang secara terencana, bukan sekadar kebetulan.
“Kita ingin ke depan orang datang ke Jogja bukan karena kebetulan ada acara, tetapi memang sengaja datang untuk menghadiri event tertentu,” ujarnya.
Baca juga: Bantuan Miliaran Rupiah! PMI DIY Perkuat Fasilitas Medis
Selama ini, Kota Yogyakarta tercatat memiliki lebih dari 1.000 event setiap tahunnya. Namun, belum semua kegiatan tersebut memberikan dampak maksimal. Oleh karena itu, pemerintah mulai melakukan penataan dan sinkronisasi antarinstansi agar setiap event memiliki arah yang jelas dan nilai tambah.
Upaya ini juga menjadi strategi untuk mengatasi periode sepi wisatawan. Berbagai event budaya seperti perayaan Imlek, Pekan Budaya Tionghoa, hingga tradisi keagamaan dikemas lebih menarik dan terjadwal agar mampu menarik minat pengunjung sepanjang tahun.
Selain event budaya, festival seni dan perayaan besar seperti Hari Ulang Tahun Kota Yogyakarta juga diperkuat. Bahkan, perayaan ulang tahun kota direncanakan berlangsung lebih panjang dengan rangkaian kegiatan yang beragam dan melibatkan berbagai pihak.
“Ke depan, kita ingin menciptakan event yang benar-benar jadi rujukan. Seperti orang pergi ke luar negeri untuk konser besar, kita juga ingin orang datang ke Jogja karena event tertentu,” imbuhnya.
Pemerintah juga menggandeng pihak swasta dan komunitas untuk memperkuat ekosistem event. Dalam hal ini, pemerintah berperan sebagai orkestrator yang mengarahkan, sementara pelaksanaan tetap melibatkan berbagai pihak secara kolaboratif.
“Kita tidak mengambil alih event milik pihak lain, tapi duduk bersama untuk saling mendukung. Pemerintah sebagai orkestrator, sementara swasta dan komunitas sebagai mitra,” katanya.
Selain meningkatkan daya tarik wisata, pelaku UMKM juga dilibatkan sebagai bagian dari pengalaman event. Hal ini memberikan dampak ekonomi langsung sekaligus memperkuat ekosistem kreatif di Kota Yogyakarta.
Dengan strategi ini, Pemerintah Kota Yogyakarta menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan serta memperpanjang lama tinggal mereka. Harapannya, wisatawan tidak hanya datang singkat, tetapi dapat menikmati rangkaian event sepanjang tahun.
Sumber: https://jogja.tribunnews.com/diy/1212818/pemkot-yogya-orkestrasi-beragam-event-perkuat-branding-kota-festival
Jumlah pengunjung : 81 Yogyakarta ~ Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran di D...
Jumlah pengunjung : 79 Yogyakarta ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuw...
Jumlah pengunjung : 35 Proses pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sleman berdampak pada k...
Jumlah pengunjung : 34 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...
Jumlah pengunjung : 57 Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima hibah alat m...
Jumlah pengunjung : 78 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para siswa untu...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.