Syalim • Dec 03 2025 • 95 Dilihat

Yogyakarta — Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i secara resmi membuka Grand Final Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 serta kegiatan “Doa PAI untuk Bangsa”. Ia menegaskan bahwa olimpiade ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana bagi pelajar untuk menerapkan pemahaman keagamaannya dalam kehidupan nyata.
Ajang Olimpiade PAI berlangsung di Jakarta pada Minggu (30/11/2025) sebagai bagian dari rangkaian PAI Fair 2025 yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kegiatan ini menghadirkan peserta dari berbagai jenjang pendidikan SD, SMP, SMA hingga mahasiswa perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia.
Wamenag Romo Muhammad Syafi’i menyebut acara ini sebagai kesempatan penting bagi pelajar untuk menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam di sekolah umum mampu membentuk generasi yang berkarakter, moderat, dan cinta tanah air. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini karena memberikan ruang bagi siswa untuk mengaktualisasikan pemahaman agamanya.
Ia menambahkan, “Harapan saya, pulang dari sini, para peserta harus nampak lebih Islami dan berkarakter mulia ketimbang sebelum datang ke Jakarta. Kualitas itu harus dibawa pulang untuk menjadi teladan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Wamenag juga meminta para peserta untuk menyampaikan capaian mereka kepada masing-masing kepala daerah sebagai bentuk laporan bahwa investasi daerah di bidang pendidikan agama telah menghasilkan prestasi membanggakan. Ia menutup sambutan dengan pesan, “Walaupun juara atau tidak, kalian sudah menjadi utusan para pemenang. Persembahkan apa yang didapat di sini untuk kemajuan daerah dan bangsa.”
Pada kesempatan yang sama, pembukaan Olimpiade PAI juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq. Kehadiran dua wakil menteri tersebut mencerminkan kolaborasi erat antar kementerian dalam memperkuat pendidikan karakter di sekolah.
Fajar menyoroti pentingnya PAI sebagai fondasi moral bagi peserta didik, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang menuntut kemampuan berpikir kritis. Ia menegaskan, “PAI di lingkungan sekolah harus menjadi jangkar moral dan sumber tumbuhnya karakter anak-anak kita. Kita berharap pembelajaran agama tidak hanya berhenti pada hafalan kata, tetapi terinternalisasi dalam jiwa dan tereksternalisasi menjadi keterampilan hidup serta kesalehan sosial.”
Selain lomba akademik, rangkaian acara juga diisi dengan doa bersama melalui kegiatan “Doa PAI untuk Bangsa”. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amin Suyitno, menyampaikan bahwa doa tersebut dipersembahkan khusus untuk masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang tengah menghadapi musibah.
Amin menambahkan, “Olimpiade ini didedikasikan sebagai panggilan kita semua untuk kembali ke tugas utama, yaitu mengawal putra-putri negeri dalam rangka menciptakan SDM unggul yang memadukan intelektualitas dan spiritualitas.”
Sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/786505/buka-olimpiade-pai-2025-wamenag-harapkan-siswa-sekolah-lebih-berkarakter
Jumlah pengunjung : 71 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka pintu bagi publik untuk menyaksi...
Jumlah pengunjung : 109 Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akad...
Jumlah pengunjung : 81 JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi merilis platform digital ...
Jumlah pengunjung : 115 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...
Jumlah pengunjung : 169 Gotong royong merupakan salah satu nilai budaya paling penting dalam kehidup...
Jumlah pengunjung : 114 Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, men...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.