Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • 4 Kitab Tajwid yang diajarkan di Pondok Pesantren

    Jun 28 2024255 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Metode hafalan masih jadi andalan nih di pendidikan pesantren, gengs. Di sana, para santri diwajibkan buat hafal berbagai macam syair yang ada di kitab-kitab tertentu. Syair-syair ini ngangkat berbagai bidang ilmu, dari bahasa Arab, fiqih, ushul fiqih, mantiq, aqidah, sampe tajwid. Di Universitas Alma ata, kita dapat memperdalam pengetahuan tentang  Ilmu Pendidikan Islam.  

    Dengan hafal syair ini, pembelajaran jadi lebih lancar dan para santri bisa lebih gampang ngerti konsep-konsep pelajarannya. Jadi, gak cuma hafal tanpa ngerti, tapi bisa juga dijelasin konsepnya dengan lebih baik. Pastinya, metode ini tetap jadi pilihan yang ampuh buat pendidikan di pesantren.

    Bener banget, gengs! Biasanya, di pesantren, para santri diajarkan dan diwajibkan buat hafal syair-syair yang ada dalam kitab-kitab tertentu. Setidaknya, ada empat kitab kumpulan syair yang jadi materi pelajaran buat para santri. Ini semua buat bantu mereka ngerti dan menguasai lebih baik cara baca dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Jadi, bisa dibilang ini salah satu langkah penting buat memahami dan menjaga kebenaran dalam membaca Al-Qur’an dengan baik. Keren, ya!

    Berikut adalah 4 Kitab Tajwid yang diajarkan di pondok pesantren

    1. Hidayat ash-Shibyan 

    Wah, keren banget! Kitab ini isinya 40 bait syair yang fokus banget sama pelajaran tajwid. Bahasanya ringkas dan penuh dengan singkatan yang bikin para santri jadi lebih mudah memahami konsep tajwid. Contohnya, kayak “qatbu jadin” buat nyebutin huruf qolqolah, yang artinya huruf qaf, tha, ba, jim, dan dal. Atau “khussha dlaghthin qidh” buat nyebutin huruf isti’la, yang artinya huruf kha, shad, dlad, ghain, tha, qaf, dan dha.

    Kitab ini ditulis oleh Syekh Sa’id bin Sa’ad Nabhan al-Hadrami, seorang ulama dari Hadramaut, Yaman. Sesuai namanya, Hidayatus Shibyan yang artinya petunjuk buat anak kecil, kitab ini memang dikhususkan buat mereka yang baru belajar tajwid. Jadi, isinya sangat dasar dan membangun. Kebetulan, kitab ini juga biasa diajarkan pake terjemahan berbahasa Jawa yang ditulis sama KH Muthahhar bin Abdurrahman yang diberi judul Syifaul Jinan, yang artinya obat penawar buat hati.

    Seru ya, kalo ada kitab kaya gini yang bikin belajar tajwid jadi lebih menyenangkan!

    1. Tuhfatul Athfal 

    Wow, seru banget nih! Kitab Tajwid ini sebenernya gak jauh beda dengan yang sebelumnya, tapi tentu aja punya keistimewaan sendiri. Kitab ini ditulis oleh Syekh Sulaiman al-Jamzuri dan isinya ada 61 bait syair.

    Kitab ini punya pembahasan yang lebih detail dibanding Hidayatush Shibyan. Di sini, dijelaskan dengan lebih rinci tentang idgham, mulai dari idgham mutaqaribain, mutajanisain, mitsli, sampe kabir. Ada juga pembahasan tentang huruf lam, bukan cuma pada kata benda yang berupa syamsiyah atau qamariyah, tapi juga ada lam mutlak yang muncul di kata kerja.

    Karena ada pembahasan yang lebih dalam, biasanya kitab Tuhfatul Athfal ini diajarkan setelah para santri udah menyelesaikan Hidayatush Shibyan. Tapi tetep, sesuai namanya, Tuhfatul Athfal yang artinya sesuatu yang berharga buat anak kecil, kitab ini tetep diperuntukkan buat santri pemula. Keren banget, ya, ada kitab yang spesifik buat belajar tajwid!

    1. Jazariyah 

    Wah, kitab ini ditulis oleh salah seorang ulama paling terkenal dalam dunia Al-Qur’an, yaitu Syekh Syamsuddin Abul Khair Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf al-Jazari. Kitab ini berisi 109 bait syair yang ngangkat ilmu tajwid.

    Jelas nih, kitab ini jadi rujukan penting buat para santri dan pembelajar tajwid tingkat menengah. Banyaknya bait syairnya menunjukkan bahwa kitab ini ngebahas tajwid dengan lebih mendalam dan komprehensif dibanding kitab sebelumnya. Di sini, dijelaskan dengan detail tentang makhraj, atau tempat keluarnya huruf. Pasti seru banget buat yang mau ngerti tajwid dengan lebih mendalam, ya!

    1. Matan Syatibiyah

    Wah, kitab ini karya dari Imam Abul Qasim bin Fairah al-Syathibi. Beliau namain kitabnya Hirzul Amani wa Wajhut Tahani, tapi yang lebih terkenal dengan nama asy-Syathibiyah. Di sini, ada 1173 bait syair yang ngebahas ilmu membaca Al-Qur’an dalam tujuh jenis bacaan, yang disebut Qiraah Sab’ah.

    Kitab ini jadi rujukan penting buat santri dan pembelajar tajwid level tinggi. Ngga cuma ngebahas tajwid dari satu jenis bacaan aja, tapi dari tujuh jenis bacaan Al-Qur’an, lengkap dengan perbedaan huruf di semua ayat Al-Qur’an. Pembagian babnya juga didasarkan pada topik-topik yang dibahas, kayak idgham kabir, idgham huruf yang dekat makhrajnya di satu dan dua kalimat, ha’ kinayah atau ha’ dhamir, hamzah dalam satu kalimat, hamzah dalam dua kalimat, hamzah tunggal, dan lain-lain.Ngga cuma isinya yang luas, kitab ini juga beda banget dalam bentuk syairnya dibanding kitab lain. Kalo kitab sebelumnya pake bahr rajaz, kitab asy-Syathibiyah ini pake bahr thawil dengan akhiran “la” di setiap baitnya. Keren banget, kan, lebih dari seribu bait syair dengan akhiran yang sama, bikin kitab ini jadi luar biasa! Itulah 4 Kitab Tajwid yang diajarkan di pondok pesantren. Guys di Universitas Alma ata bisa menjadi tempat yang memotivasi loh, untuk memperdalam ilmu dan konsistensi dalam pengembangan akademis.

    Sumber:

    • https://www.nu.or.id/pustaka/4-kitab-kumpulan-syair-tentang-ilmu-tajwid-yang-dipelajari-dan-dihafal-santri-6A7X0
    • https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-book-spine-illustration_23969523.htm#query=Ilustrasi%204%20kitab&position=3&from_view=search&track=ais&uuid=57e9d5dd-5314-48aa-ad96-10e7c48939fc
    Share to

    Related News

    Pembatasan akses gim pada anak dinilai membutuhkan peran aktif orang tua agar penggunaan teknologi tetap sehat dan terkontrol.

    Peran Orang Tua dalam Pembatasan Akses G...

    by May 15 2026

    Jumlah pengunjung : 113 Pembatasan akses gim bagi anak dinilai memerlukan keterlibatan aktif orang t...

    Di Balik Puluhan Ribu Kasus Keracunan da...

    by May 11 2026

    Jumlah pengunjung : 135 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seha...

    Waspada Penularan Virus Hanta dari Tikus...

    by May 09 2026

    Jumlah pengunjung : 214 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 134 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung p...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 214 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 165 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top