Sharwo • Oct 24 2025 • 167 Dilihat

Pendidikan Kesetaraan Festival (DIKTARA FEST) 2025 sukses diselenggarakan untuk pertama kalinya di Royal Darmo, Gedong Tengen, pada Selasa (21/10/2025). Acara ini diikuti oleh 17 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dari seluruh Kota Yogyakarta sebagai sarana untuk memperkenalkan peran pendidikan kesetaraan kepada masyarakat luas.
Setiap PKBM memamerkan beragam hasil karya peserta didiknya, mulai dari kerajinan, produk kreasi daur ulang, hingga pertunjukan seni. Pendidikan kesetaraan, yang merupakan layanan pendidikan nonformal setara SD, SMP, dan SMA, membuktikan melalui festival ini bahwa mereka memiliki daya saing dalam hal kualitas, inovasi, dan kreativitas.
Baca juga: Universitas Alma Ata Gelar Workshop Penelitian: Evidence-Based Manajemen Laktasi
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa, menjelaskan bahwa DIKTARA FEST, melalui pameran karya dan unjuk bakat siswa PKBM, adalah bagian dari upaya bersama memajukan Yogyakarta sebagai kota pendidikan.
“Pada tahun 2024, rata-rata lama sekolah di Kota Yogyakarta mencapai 12,2 tahun dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. Capaian ini tentu tidak lepas dari peran PKBM yang telah memberi kesempatan belajar bagi anak-anak maupun warga yang belum bisa menempuh pendidikan formal,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan. Ia mengapresiasi penyelenggaraan DIKTARA FEST sebagai momentum krusial untuk terus mengasah kompetensi siswa PKBM agar lebih berdaya saing.
“Pemkot berkomitmen mendukung pendidikan kesetaraan sebagai bagian penting dari Kota Pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Tentu pendidikan non formal ini akan terus dikembangkan, dengan memperkuat kolaborasi antar PKBM serta meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pendidikan kesetaraan membuka peluang yang sama untuk berkembang dan berdaya,” imbuhnya.
Salah satu perwakilan peserta, Sigit Nur Cahyo dari PKBM Al-Islam Giwangan, menceritakan bahwa lembaganya telah berdiri sejak 2018 dan memperoleh izin resmi sekitar tiga tahun kemudian.
“Saat ini PKBM Al-Islam Giwangan memiliki sekitar 45 peserta didik, sebagian besar berasal dari wilayah Giwangan dan sekitarnya, termasuk anak-anak dari panti asuhan. Program kesetaraan kami setara jenjang SMP atau Paket B. Selain pelajaran umum, kami juga memiliki program tahfiz dan baca-tulis Al Quran. Di akhir tahun ajaran, anak-anak menampilkan karya mereka melalui pameran seni rupa dan pertunjukan seni sebagai tugas akhir kelas 9,” ceritanya.
Sigit menambahkan bahwa mayoritas peserta didiknya adalah remaja usia SMP. PKBM Al-Islam Giwangan berkomitmen membentuk karakter siswa melalui pendidikan berbasis agama, keterampilan, dan pemberdayaan.
“Alhamdulillah banyak anak yang bisa terus melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA atau SMK hingga perguruan tinggi. Hingga kini PKBM Al-Islam Giwangan telah meluluskan sekitar empat hingga lima angkatan, dengan rata-rata satu kelas berisi 10 hingga 20 peserta didik,“ tambahnya.
Penyelenggaraan perdana DIKTARA FEST 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan kesetaraan bukan lagi sekadar alternatif, melainkan pilar krusial dalam ekosistem pendidikan. Inisiatif seperti ini sangat penting, tidak hanya untuk memamerkan karya, tetapi untuk menanamkan kebanggaan dan membuktikan bahwa inovasi serta daya saing dapat lahir dari jalur nonformal, memperkuat status Yogyakarta sebagai kota pendidikan yang benar-benar inklusif bagi semua warganya.
Penulis: Sarwo
Baca juga: Mitos vs Fakta Dunia Mahasiswa: Jangan Percaya Sebelum Kamu Buktikan Sendiri
Jumlah pengunjung : 0 Proses pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sleman berdampak pada ke...
Jumlah pengunjung : 22 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...
Jumlah pengunjung : 38 Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival d...
Jumlah pengunjung : 42 Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta menerima hibah alat m...
Jumlah pengunjung : 55 Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong para siswa untu...
Jumlah pengunjung : 64 SMP Negeri 8 Yogyakarta menerapkan sistem pengelolaan sampah mandiri di lingk...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.