Wanda Latifah • Nov 28 2025 • 87 Dilihat

Yogyakarta – Perjalanan inspiratif dari daerah terpencil kembali diukir di lingkungan akademis bergengsi. Muh Ridho Kurniawan Saadi, pemuda yang berasal dari desa kecil di Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada periode I tahun akademik 2025/2026.
Meski tumbuh dengan keterbatasan akses pendidikan di kampung halamannya, Ridho berhasil menembus UGM dan lulus dengan prestasi gemilang, meraih predikat cumlaude. Ia menuntaskan studi S1 Akuntansi dalam waktu relatif singkat, yaitu 3 tahun 11 bulan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna: 3,94.
Baca juga: Unhas Kembali Juara Umum PIMNAS ke-38, Borong 27 Medali
Keberhasilan Ridho bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari ketertarikan mendalam pada bidang Ekonomi dan Akuntansi yang sudah tumbuh sejak SMP. Ia memiliki rekam jejak yang membanggakan, termasuk meraih medali perunggu OSN IPS SMP dan dua kali mewakili Sulawesi Tenggara di OSN Ekonomi SMA.
“Saat mengikuti lomba nasional, saya menjadi sadar bahwa kesempatan belajar akan jauh lebih luas jika saya merantau dan pilihan saya jatuh ke FEB UGM,” jelasnya, dikutip dari laman FEB UGM, Kamis (27/11/2025).
Perjalanan Ridho menuju puncak akademik ini penuh liku. Sempat terkendala biaya kuliah, ia harus meyakinkan kedua orang tuanya yang khawatir tentang jarak dan pendanaan. Ridho berhasil menenangkan mereka dengan menjelaskan berbagai peluang yang bisa ia raih, mulai dari beasiswa KIP Kuliah (yang akhirnya ia dapatkan) hingga potensi pendapatan dari lomba, kepanitiaan, dan asistensi dosen.
Beasiswa KIP Kuliah inilah yang menjadi pendorong utama bagi Ridho untuk belajar dengan sungguh-sungguh.
Di tengah semangatnya menimba ilmu, Ridho harus menghadapi ujian terberat: kehilangan sang ibunda yang wafat akibat penyakit jantung pada tahun 2021. Kepergian sosok yang menjadi penyemangat hidupnya ini sempat membuatnya terpukul.
Ia mengenang percakapan terakhir bersama ibunya, ketika ia sempat ceroboh telat mengumpulkan tugas Ujian Akhir Semester. “Namun, beliau lah yang meyakinkan bahwa semuanya akan baik-baik saja,” kenang Ridho.
Meski hati terpukul, Ridho memilih untuk bangkit, ikhlas, dan fokus pada studinya. Mewakili para wisudawan, ia menyampaikan pesan penuh inspirasi: “If we can dream it, we can make it come true.“
Sumber: Kompas.com
Penulis: Nailal Fauziah Saihan
Jumlah pengunjung : 17 JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembanga...
Jumlah pengunjung : 20 JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jala...
Jumlah pengunjung : 50 SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoal...
Jumlah pengunjung : 36 JAKARTA – Usulan peningkatan kesejahteraan guru kembali mengemuka. Wakil Ke...
Jumlah pengunjung : 56 PIDIE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menarget...
Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.