Nailal • May 14 2026 • 103 Dilihat

MPR RI memutuskan mengganti seluruh dewan juri dalam pelaksanaan ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) setelah muncul polemik penilaian pada pertandingan final.
Baca Juga : Tanggapan Josepha, Siswi SMAN 1 Pontianak, Usai Viralnya Polemik Penjurian LCC MPR
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, keputusan tersebut diambil untuk menjamin pelaksanaan lomba ulang yang bebas dari pengaruh luar dan tetap netral.
“Ya, dari sisi pelaksanaan, tentu pelaksanaannya adalah Sekretariat Jenderal MPR, tetapi semua juri yang terlibat adalah orang yang independen, yang tidak terlibat dalam proses kemarin. Yakni, tidak ada unsur dari Sekretariat Jenderal MPR,” kata Muzani dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Menurut Muzani, pelaksanaan lomba tetap berada di bawah koordinasi Sekretariat Jenderal MPR. Namun, seluruh juri yang bertugas dipastikan berasal dari unsur independen dan tidak memiliki keterlibatan pada pelaksanaan sebelumnya.
Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah menjelaskan bahwa dewan juri pada final ulang nantinya akan berasal dari kalangan akademisi dan dinas terkait.
“Unsur akademisi. Unsur dinas, akademisi, itu yang akan kita ambil,” ujar Siti Fauziah.
Muzani juga memastikan final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar akan segera dijadwalkan ulang.
“Lomba Cerdas Cermat di tingkat Kalimantan Barat yang final akan kita lakukan ulang pada waktu yang akan segera diputuskan secepatnya,” kata Muzani.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diambil setelah pimpinan MPR mendengarkan penjelasan dari Sekretaris Jenderal MPR mengenai polemik yang terjadi dalam babak final perlombaan tersebut.
Polemik bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Kalbar digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) dan diikuti sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalbar. Tiga sekolah yang berhasil melaju ke babak final yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Kontroversi terjadi pada sesi rebutan jawaban ketika peserta diminta menjawab pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi kelompok pertama yang menjawab.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar seorang siswi dari Regu C.
Namun, dewan juri justru mengurangi nilai Regu C sebesar lima poin dan memberikan kesempatan kepada regu lain untuk menjawab. Pertanyaan kemudian dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.
“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.
Jawaban tersebut dinyatakan benar oleh juri.
“Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” ucap juri.
Keputusan itu langsung diprotes oleh Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama.
“Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B,” kata peserta Regu C.
Juri kemudian menjelaskan bahwa Regu C dianggap tidak menyebutkan unsur “pertimbangan DPD”. Namun, Regu C membantah penjelasan tersebut dan meminta audiens memberikan kesaksian. Meski demikian, hasil akhir perlombaan tetap tidak berubah.
Sumber: Tribun Jatim.com
Jumlah pengunjung : 32 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengal...
Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Pemerintah mempercepat program digitalisasi pendidikan dengan men...
Jumlah pengunjung : 37 SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Univer...
Jumlah pengunjung : 25 JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai revisi Undang-Und...
Jumlah pengunjung : 38 JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek)...
Jumlah pengunjung : 34 JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembanga...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.