Fajar A • Jun 02 2026 • 13 Dilihat

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sebanyak 150 ribu beasiswa pendidikan tinggi bagi guru di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi tenaga pendidik. Program ini ditujukan bagi guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal Diploma IV (D4) atau Strata 1 (S1) sesuai ketentuan yang berlaku.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan yang berkualitas. Pemerintah menilai masih terdapat sekitar 200 ribu guru yang belum memenuhi kualifikasi akademik minimal sehingga diperlukan langkah percepatan melalui program beasiswa tersebut.
“Guru-guru yang belum D4 dan S1 akan difasilitasi melalui program beasiswa dengan skema rekognisi pembelajaran lampau,” ujar Abdul Mu’ti.
Melalui program ini, setiap penerima beasiswa akan memperoleh bantuan dana pendidikan sebesar Rp3 juta per semester. Pemerintah menargetkan para guru dapat menyelesaikan pendidikan D4 maupun S1 dalam waktu maksimal empat semester atau dua tahun. Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mensyaratkan guru memiliki kualifikasi minimal D4 atau S1.
“Kurang lebih 200 ribu guru di Indonesia belum berpendidikan D4 maupun S1. Kami tidak mau melihat ke masa lalu, sehingga tahun ini kami siapkan beasiswa,” ujar Mendikdasmen.
Baca juga: Penerbitan Surat Edaran Guru Non-ASN Berikan Kepastian bagi Guru Honorer
Selain program beasiswa, Kemendikdasmen juga memperluas berbagai pelatihan bagi guru melalui pendanaan APBN maupun dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pelatihan tersebut meliputi pembelajaran mendalam, pemrograman (coding), pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), bahasa Inggris, hingga pelatihan kepemimpinan bagi kepala sekolah sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.
“Ada juga pelatihan kepala sekolah, bahasa Inggris, dan lainnya yang menjadi prioritas untuk kemajuan sektor pendidikan,” katanya.
Pemerintah juga memperluas program revitalisasi sekolah yang tidak hanya berfokus pada perbaikan bangunan, tetapi juga pembangunan fasilitas pendukung seperti pagar sekolah, sarana air bersih, rumah ibadah, hingga rumah dinas guru di daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Langkah ini dilakukan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik di berbagai wilayah Indonesia.
“Dengan adanya rumah dinas, guru di daerah terpencil tidak perlu lagi menghadapi kendala jarak tempuh yang jauh,” tambah Abdul Mu’ti.
Program beasiswa dan berbagai kebijakan pendukung tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas guru di Indonesia. Dengan tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kualifikasi akademik yang lebih baik, mutu pendidikan nasional diharapkan semakin meningkat dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 14 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengharumkan ...
Jumlah pengunjung : 36 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa perkembangan...
Jumlah pengunjung : 45 Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bukan berarti peluang mel...
Jumlah pengunjung : 43 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengha...
Jumlah pengunjung : 42 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaku...
Jumlah pengunjung : 33 YOGYAKARTA — Rencana pemerintah yang disebut akan menutup sejumlah program ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.