Fajar A • Jun 03 2026 • 13 Dilihat

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) harus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi kemanusiaan serta tetap berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Menurutnya, kemajuan teknologi tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab moral dan etika dalam penggunaannya.
Dalam sebuah kegiatan akademik di lingkungan perguruan tinggi Islam, Atip menjelaskan bahwa AI perlu dipandang sebagai keterampilan yang penting untuk dikuasai oleh sivitas akademika. Kehadiran teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, termasuk memperluas akses terhadap berbagai sumber informasi dan literatur keislaman.
“AI sejatinya tidak dapat menggantikan kedalaman ilmu dan kapasitas intelektual manusia. Kehebatan otak manusia tetap menghasilkan kualitas terbaik dengan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas,” ungkap Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.
Ia menilai tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya soal pemanfaatan AI, tetapi juga bagaimana memperkaya basis data dan pengetahuan digital yang berkaitan dengan keislaman. Dengan semakin banyaknya informasi yang akurat dan kredibel di ruang digital, AI dapat menjadi sarana untuk menyebarluaskan nilai-nilai keilmuan Islam kepada masyarakat secara lebih luas.
“Tantangan saat ini adalah bagaimana kita harus memperkaya data dan informasi tentang keislaman di AI, agar hal tersebut bukan hanya sebagai ilmu, tetapi menjadi sumber inspirasi. Tentunya perlu upaya kolektif untuk memperkaya basis pengetahuan digital dengan informasi yang akurat mengenai pemikiran, tradisi, dan khazanah keilmuan Islam, termasuk kontribusi organisasi-organisasi Islam di Indonesia,” papar Wamen Atip.
Selain itu, Atip menekankan bahwa ilmu keislaman harus terus berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern. Perguruan tinggi Islam diharapkan tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran normatif, tetapi juga menjadi sumber lahirnya inovasi yang relevan dengan perkembangan ekonomi, teknologi, sosial, dan kebijakan publik.
“Keberhasilan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuannya memanfaatkan waktu dan menghasilkan kreativitas. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Islam memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan ilmu yang bermanfaat, inovasi yang berdampak, serta memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan dan keislaman,” pungkas Wamen Atip.
Pemerintah terus mendorong pemanfaatan AI secara bijak dalam dunia pendidikan. Teknologi dipandang sebagai alat yang dapat mendukung proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan, namun tidak dapat menggantikan peran manusia dalam membangun karakter, etika, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis.
Sumber: Kemendikdasmen
Jumlah pengunjung : 17 Perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung b...
Jumlah pengunjung : 24 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengharumkan ...
Jumlah pengunjung : 19 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sebanya...
Jumlah pengunjung : 41 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa perkembangan...
Jumlah pengunjung : 50 Tidak lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) bukan berarti peluang mel...
Jumlah pengunjung : 48 JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengha...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.