Fajar A • Jun 05 2026 • 25 Dilihat

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengalami perubahan menjadi Senat Mahasiswa (SEMA) setelah adanya penyesuaian dalam sistem organisasi kemahasiswaan. Perubahan tersebut sekaligus mengakhiri mekanisme Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) yang selama ini digunakan untuk memilih pimpinan organisasi mahasiswa di tingkat universitas.
Transformasi ini merupakan bagian dari penataan ulang tata kelola organisasi kemahasiswaan yang bertujuan menciptakan sistem representasi mahasiswa yang dinilai lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Dengan perubahan tersebut, struktur organisasi mahasiswa di tingkat universitas akan mengalami sejumlah penyesuaian, baik dari sisi fungsi maupun mekanisme pengambilan keputusan.
“BEM UGM resmi berubah menjadi SEMA dan Pemilwa tidak lagi diselenggarakan,” demikian keputusan yang disampaikan dalam perubahan sistem organisasi kemahasiswaan.
Baca juga: Mendiktisaintek Izinkan Kampus Mendirikan SPPG untuk Sarana Praktik Mahasiswa
Perubahan ini memunculkan beragam tanggapan dari kalangan mahasiswa. Sebagian menilai langkah tersebut dapat menjadi momentum evaluasi dan pembaruan sistem organisasi mahasiswa, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya menjaga ruang partisipasi mahasiswa dalam proses demokrasi kampus.
Pihak kampus menjelaskan bahwa perubahan kelembagaan dilakukan untuk memperkuat fungsi representasi mahasiswa dan meningkatkan efektivitas koordinasi antarorganisasi kemahasiswaan. Sistem baru diharapkan mampu mendukung keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik maupun nonakademik secara lebih optimal.
Selain perubahan nama dan struktur organisasi, mekanisme pemilihan perwakilan mahasiswa juga akan disesuaikan dengan aturan baru yang berlaku. Proses transisi dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu aktivitas organisasi mahasiswa yang sudah berjalan.
“Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa dalam kehidupan kampus serta menciptakan tata kelola organisasi yang lebih baik,” ujarnya.
Ke depan, implementasi sistem baru akan menjadi perhatian berbagai pihak, terutama mahasiswa yang selama ini aktif dalam kegiatan organisasi kampus. Evaluasi terhadap efektivitas struktur baru juga dinilai penting untuk memastikan fungsi representasi mahasiswa tetap berjalan secara optimal dan aspiratif.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 14 Malioboro akan memasuki babak baru dalam penataan kawasan wisata. Pemerintah ...
Jumlah pengunjung : 20 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhay...
Jumlah pengunjung : 27 Perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung b...
Jumlah pengunjung : 31 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengharumkan ...
Jumlah pengunjung : 26 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sebanya...
Jumlah pengunjung : 45 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa perkembangan...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.