Fajar A • Jun 08 2026 • 18 Dilihat

JOGJA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melakukan evaluasi nasional terhadap pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak 2025 yang telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp30 miliar untuk ratusan program inovasi dan pengabdian masyarakat. Evaluasi tersebut digelar dalam Seminar Dampak Pelaksanaan Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2025 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta pada 5–7 Juni 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Amphitarium Kampus 4 UAD ini menghadirkan 60 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mempresentasikan hasil program sekaligus menunjukkan dampak yang dirasakan masyarakat setelah implementasi kegiatan. Seminar tersebut menjadi forum diseminasi hasil sekaligus sarana evaluasi untuk mengukur efektivitas program dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menjelaskan bahwa Program Mahasiswa Berdampak dirancang untuk mendorong mahasiswa menghadirkan solusi konkret terhadap berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, jutaan mahasiswa di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjembatani hasil riset dan inovasi kampus agar dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat.
“Kita memiliki sekitar sepuluh juta mahasiswa di perguruan tinggi. Mereka adalah ujung tombak bagaimana masyarakat dapat merasakan manfaat dari inovasi, hasil riset, dan pemikiran yang lahir dari kampus. Karena itu, sesuatu yang dibangun dari mahasiswa dan oleh mahasiswa merupakan motor penting dalam menghadirkan dampak nyata bagi negeri,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman Kemdiktisaintek.
Fauzan menambahkan bahwa salah satu kekuatan utama program ini adalah penerapan pendekatan kolaborasi lintas disiplin ilmu atau collective intelligence. Melalui model tersebut, mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan bekerja bersama mengidentifikasi permasalahan berdasarkan kondisi lapangan dan merancang solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen pemerintah dalam mendukung inovasi mahasiswa terlihat dari besarnya anggaran yang dialokasikan sepanjang tahun 2025.
Tercatat sebanyak 957 proposal diajukan oleh perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Setelah melalui proses seleksi dan kurasi, sebanyak 263 proposal dinyatakan lolos pendanaan dengan total bantuan mencapai Rp30,1 miliar.
Program ini melibatkan 199 perguruan tinggi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Fauzan, evaluasi tidak hanya berfokus pada aspek administratif maupun teknis pelaksanaan program.
“Kami ingin mengukur bukan hanya aspek administratif dan teknis, tetapi sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan perubahan, kapasitas lokal tumbuh, dan ilmu pengetahuan maupun teknologi berkembang di komunitas,” tambah Fauzan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UAD, Sunardi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UAD sebagai tuan rumah kegiatan nasional tersebut.
Ia menilai semangat Program Mahasiswa Berdampak sejalan dengan upaya perguruan tinggi dalam memastikan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat tidak berhenti sebagai luaran akademik semata, melainkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, penelitian dan pengabdian yang dilakukan tidak hanya bermanfaat bagi kampus atau penelitinya saja, tetapi benar-benar memberikan maslahat dan dampak yang dirasakan masyarakat. Program seperti ini menunjukkan bagaimana inovasi dan pengabdian dapat menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat,” papar Sunardi.
Baca juga: Kemendikdasmen Sediakan 150 Ribu Beasiswa S1 dan D4 bagi Guru untuk Tingkatkan Kualifikasi Akademik
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek, I Ketut Adnyana, menjelaskan bahwa seminar ini menjadi bagian penting dari proses evaluasi karena Program Mahasiswa Berdampak baru pertama kali dilaksanakan pada 2025.
“Program Mahasiswa Berdampak lahir dari semangat untuk memberikan kepada mahasiswa agar dapat berkontribusi langsung menyelesaikan persoalan nyata di masyarakat. Mahasiswa memiliki energi, idealisme, dan ide-ide brilian yang perlu difasilitasi agar menghasilkan perubahan yang konkret,” tegas Ketut.
Menurutnya, terdapat tiga indikator utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan program, yaitu dampak akademik, dampak sosial, dan dampak ekonomi. Keterlibatan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar, tetapi juga mampu meningkatkan kapasitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Ketut juga mengungkapkan bahwa Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 akan segera dibuka dalam waktu dekat.
Ia mengajak mahasiswa dan dosen dari berbagai perguruan tinggi untuk mulai menyiapkan gagasan inovatif yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di masyarakat.
Selain presentasi hasil kegiatan, seminar nasional ini juga menghadirkan pameran produk dan gelar karya yang menampilkan berbagai inovasi hasil kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mitra.
Melalui evaluasi dan diseminasi hasil program, Kemdiktisaintek berharap Program Mahasiswa Berdampak dapat terus berkembang menjadi instrumen strategis dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan serta memperluas manfaat inovasi kampus hingga ke berbagai daerah.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 64 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi mengalami...
Jumlah pengunjung : 27 Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhay...
Jumlah pengunjung : 33 Perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran lebih aktif dalam mendukung b...
Jumlah pengunjung : 37 Mahasiswa Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro (Undip) kembali mengharumkan ...
Jumlah pengunjung : 30 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan sebanya...
Jumlah pengunjung : 52 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menegaskan bahwa perkembangan...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.