Fajar A • Jul 02 2026 • 104 Dilihat

SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sleman, sebagai forum kolaborasi yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, pendidik, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat untuk mempercepat transformasi pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 1–2 Juli 2026 ini mengusung tema “Membangun Ekosistem Pendidikan untuk Masyarakat Sembada”.
Pembukaan konferensi dihadiri sejumlah kepala daerah dan pemangku kepentingan pendidikan, di antaranya Bupati Sleman Harda Kiswaya, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Wakil Bupati Barru Abustan A. Bintang, Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB) Najelaa Shihab, serta Rektor UNY Sumaryanto. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.
Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera. Karena itu, setiap daerah perlu menghadirkan kebijakan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayahnya.
“Pendidikan adalah fondasi utama dalam membangun masyarakat yang mandiri, berkarakter, dan sejahtera. Karena itu, setiap daerah perlu menghadirkan pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan tantangannya masing-masing. Melalui Konferensi Pendidikan Indonesia 2026, kami berharap lahir jejaring, pembelajaran, dan tindak lanjut nyata yang tidak berhenti di forum ini, tetapi menjadi awal dari perubahan bagi pendidikan Indonesia,” ujar Harda Kiswaya.
Menurutnya, konferensi ini menjadi ruang bersama bagi berbagai daerah untuk berbagi pengalaman, praktik baik, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Salah satu agenda utama pada hari pertama adalah Dialog Berpihak kepada Anak yang membahas penguatan ekosistem pendidikan berkelanjutan serta layanan pendidikan yang lebih terpadu.
Diskusi tersebut diawali dengan arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, melalui tayangan video, kemudian dilanjutkan dialog bersama sejumlah kepala daerah mengenai strategi menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan inklusif.
Dewan Penasihat Lingkar Daerah Belajar (LDB), Najelaa Shihab, menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Menurutnya, pemerintah, sekolah, masyarakat, komunitas, dunia usaha, hingga keluarga harus membangun kolaborasi yang kuat agar perubahan dalam dunia pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai praktik baik dari daerah diharapkan dapat saling dipelajari dan diimplementasikan untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
KPI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan jejaring kerja sama dan komitmen nyata yang mampu mendorong transformasi pendidikan di berbagai daerah.
Dengan memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan Indonesia yang lebih inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Sumber: harianjogja
Jumlah pengunjung : 17 Pemerintah dan DPR RI menyepakati penataan status kepegawaian guru Pegawai Pe...
Jumlah pengunjung : 18 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...
Jumlah pengunjung : 66 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam R...
Jumlah pengunjung : 74 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...
Jumlah pengunjung : 81 Kementerian Agama (Kemenag) segera menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekol...
Jumlah pengunjung : 83 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendoro...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.