Fajar A • Jul 03 2026 • 12 Dilihat

JAKARTA – Pemerintah mempercepat program digitalisasi pendidikan dengan menargetkan 16.557 satuan pendidikan memperoleh akses internet sepanjang 2026. Target tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang menjangkau 8.265 sekolah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan perluasan konektivitas internet menjadi bagian dari dukungan terhadap program digitalisasi pembelajaran yang dijalankan pemerintah.
“Dalam hal konektivitas internet, untuk dukungan Program Digitalisasi Pembelajaran, pada 2025 tercatat sebanyak 8.265 sekolah menjadi penerima akses internet. Dalam perencanaan 2026, sebanyak 16.557 satuan pendidikan menjadi target pemenuhan akses internet,” ujarnya.
Menurut Qodari, sekitar 77 persen satuan pendidikan di Indonesia telah memiliki akses internet. Sementara 23 persen sisanya masih menjadi prioritas pemerintah, terutama sekolah yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menegaskan bahwa perluasan jaringan internet bukan hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pembelajaran berbasis teknologi.
“Ini bukan hanya soal jaringan, tetapi tentang keadilan akses pendidikan. Semua siswa harus punya peluang yang sama untuk belajar berbasis digital.”
Baca juga: Indonesia-Kanada Perkuat Kerja Sama Pendidikan Tinggi, Riset, dan Inovasi
Selain memperluas akses internet, pemerintah juga terus mengembangkan Ekosistem Rumah Pendidikan sebagai platform digital terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan.
Platform tersebut diharapkan memudahkan guru, siswa, kepala sekolah, hingga pemerintah daerah dalam mengakses layanan pendidikan secara lebih efektif dan terintegrasi.
Pemanfaatan layanan pendidikan digital juga terus bertambah. Saat ini, Ruang Murid telah memiliki sekitar 1,3 juta pengguna aktif setiap bulan, sementara lebih dari 280 ribu sekolah memanfaatkan Ruang Sekolah atau Rapor Pendidikan sebagai dasar pengambilan kebijakan berbasis data.
Pemerintah optimistis perluasan akses internet yang diiringi penguatan layanan digital mampu memperkecil kesenjangan pendidikan antardaerah sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di seluruh Indonesia.
Sumber: HarianJogja
Jumlah pengunjung : 15 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengal...
Jumlah pengunjung : 18 SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Univer...
Jumlah pengunjung : 12 JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai revisi Undang-Und...
Jumlah pengunjung : 27 JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek)...
Jumlah pengunjung : 27 JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembanga...
Jumlah pengunjung : 36 JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jala...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.