Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Akademisi UMY Soroti Pentingnya Kesiapan Pemerintah dalam Kebijakan Penghapusan Honorer

    May 19 202649 Dilihat

    Akademisi UMY menilai kebijakan penghapusan honorer perlu disertai kesiapan pemerintah agar tidak berdampak pada pelayanan publik.

    Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menilai kebijakan penghapusan tenaga honorer perlu disertai kesiapan yang matang dari pemerintah. Langkah tersebut dinilai penting agar kebijakan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama dalam sektor pelayanan publik dan pendidikan.

    Keberadaan tenaga honorer selama ini masih menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai layanan di instansi pemerintah. Di sejumlah daerah, tenaga honorer bahkan masih dibutuhkan untuk mengisi kekurangan sumber daya manusia, termasuk pada sektor pendidikan dan administrasi pemerintahan.

    “Penghapusan honorer perlu kesiapan pemerintah agar tidak menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.

    Baca juga: Penerbitan Surat Edaran Guru Non-ASN Berikan Kepastian bagi Guru Honorer

    Menurut akademisi UMY, pemerintah perlu memastikan adanya mekanisme transisi yang jelas sebelum kebijakan diterapkan secara penuh. Tanpa persiapan yang memadai, penghapusan tenaga honorer dikhawatirkan dapat memengaruhi stabilitas pelayanan masyarakat.

    Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memperhatikan aspek kesejahteraan dan kepastian status tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Penataan sistem kepegawaian sebaiknya dilakukan secara bertahap dan mempertimbangkan kondisi di lapangan.

    “Penataan tenaga kerja harus mempertimbangkan kebutuhan riil di masing-masing daerah,” katanya.

    Ke depan, pemerintah diharapkan mampu menyusun kebijakan yang lebih komprehensif agar proses penataan tenaga honorer berjalan efektif tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik. Dengan perencanaan yang baik, kebijakan tersebut dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem kepegawaian nasional.

    Sumber: https://jogja.antaranews.com/berita/829353/akademisi-umy-nilai-penghapusan-honorer-perlu-kesiapan-pemerintah

    Share to

    Related News

    Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Mukhamad Najib menyampaikan arahan dalam seleksi Beasiswa KNB 2026 untuk mendorong peningkatan jumlah mahasiswa internasional di perguruan tinggi Indonesia.

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Indonesia ...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 22 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktis...

    Guru dan tenaga kependidikan mengikuti proses seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 yang membuka 8.180 formasi untuk mendukung pengembangan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia.

    Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuk...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 27 Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Besaran Gajinya ...

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan peningkatan jumlah peserta Program Sekolah Rakyat yang mencapai lebih dari 32.000 siswa pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

    Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Tembus 32.00...

    by Jun 11 2026

    Jumlah pengunjung : 27 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami...

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan paparan tentang pentingnya sumber daya manusia dan kemampuan berpikir kritis dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Grab Business Forum 2026.

    Wamendiktisaintek Stella Christie: SDM J...

    by Jun 11 2026

    Jumlah pengunjung : 68 Wamendiktisaintek: Keberhasilan AI Ditentukan SDM, Bukan Sekadar Teknologi JA...

    Nasikhin, dosen luar biasa UIN Walisongo Semarang yang pernah menjadi pemulung, berhasil meraih gelar doktor Studi Islam dengan IPK 3,89 setelah menyelesaikan disertasi tentang literasi Artificial Intelligence dalam pendidikan.

    Dulu Cari Barang Bekas, Kini Jadi Doktor...

    by Jun 10 2026

    Jumlah pengunjung : 25 Inspiratif, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo dengan IPK 3,8...

    I Ketut Arlan, siswa Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali, berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan cita-citanya untuk menjadi Menteri Pendidikan demi kemajuan generasi muda Indonesia.

    Siswa Sekolah Rakyat di Bali Bercita-cit...

    by Jun 09 2026

    Jumlah pengunjung : 27 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top