Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Disleksia pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Intervens

    Dec 16 2024134 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Disleksia adalah gangguan spesifik pada kemampuan belajar yang ditandai dengan kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja. Kondisi ini tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan, namun lebih kepada bagaimana otak memproses informasi.

    Penyebab Disleksia

    Penyebab pasti disleksia belum sepenuhnya dipahami, namun para ahli meyakini adanya faktor genetik yang berperan besar. Beberapa faktor lain yang mungkin berkontribusi antara lain:

    • Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan disleksia meningkatkan risiko.
    • Perkembangan otak: Struktur dan fungsi otak yang berbeda pada anak dengan disleksia.
    • Lingkungan: Faktor lingkungan seperti stimulasi yang kurang atau adanya gangguan pendengaran juga bisa menjadi pemicu.

    Gejala Disleksia pada Anak

    Gejala disleksia dapat bervariasi pada setiap anak, namun beberapa tanda umum yang sering muncul antara lain:

    • Kesulitan dalam membaca:
      • Lambat dalam membaca
      • Sering mengganti atau membalik huruf
      • Sulit memahami arti bacaan
    • Kesulitan dalam menulis:
      • Tulisan sulit dibaca
      • Sering membuat kesalahan ejaan
      • Sulit mengungkapkan ide dalam bentuk tulisan
    • Kesulitan dalam mengeja:
      • Sulit mengingat ejaan kata
      • Sering menambahkan atau menghilangkan huruf
    • Kesulitan dalam berbicara:
      • Lambat dalam berbicara
      • Kesulitan menemukan kata yang tepat
    • Kesulitan dalam memahami instruksi lisan:
      • Sulit mengikuti petunjuk
      • Sering meminta ulangan
    • Kesulitan dalam mengingat:
      • Sulit mengingat nama, tanggal, atau urutan peristiwa

    Diagnosis Disleksia

    Diagnosis disleksia biasanya dilakukan oleh tim ahli yang terdiri dari psikolog, terapis bicara, dan guru. Proses diagnosis melibatkan berbagai tes, seperti tes kecerdasan, tes membaca, tes menulis, dan tes pendengaran.

    Intervensi untuk Anak dengan Disleksia

    Intervensi dini sangat penting untuk membantu anak dengan disleksia mengatasi kesulitan belajarnya. Beberapa pendekatan yang umum digunakan antara lain:

    • Terapi bicara: Membantu meningkatkan keterampilan fonologi, yaitu kemampuan untuk memahami dan memanipulasi bunyi bahasa.
    • Terapi membaca: Melatih keterampilan membaca melalui berbagai metode, seperti metode fonik dan metode keseluruhan kata.
    • Terapi menulis: Membantu meningkatkan keterampilan menulis, mulai dari memegang pensil hingga menyusun kalimat.
    • Akomodasi di sekolah: Memberikan fasilitas atau penyesuaian khusus di sekolah, seperti waktu tambahan untuk mengerjakan tugas, penggunaan alat bantu belajar, atau pembelajaran individual.
    • Terapi okupasi: Membantu meningkatkan keterampilan motorik halus dan koordinasi mata-tangan.
    • Terapi perilaku kognitif: Membantu mengatasi masalah emosi dan perilaku yang mungkin timbul akibat disleksia.

    Dukungan untuk Anak dengan Disleksia

    • Lingkungan yang mendukung: Ciptakan lingkungan yang positif dan penuh pengertian di rumah dan sekolah.
    • Kesabaran dan dukungan: Berikan dukungan emosional kepada anak dan bantu mereka membangun kepercayaan diri.
    • Kolaborasi: Jalin kerjasama yang baik antara orang tua, guru, dan ahli untuk memberikan intervensi yang komprehensif.
    • Teknologi: Manfaatkan teknologi untuk membantu anak belajar, seperti aplikasi pembelajaran, buku audio, dan perangkat lunak membaca.

    Penting untuk diingat: Disleksia bukanlah sebuah penyakit yang dapat disembuhkan, namun dengan intervensi yang tepat, anak dengan disleksia dapat mencapai potensi penuhnya.

    Author : Sayyid 

    Sumber Artikel : https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-disleksia 

    Sumber Gambar : https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-catatan-notes-buku-tulis-buku-agenda-5303501/ 

    Tags:
    Share to

    Related News

    Pembatasan akses gim pada anak dinilai membutuhkan peran aktif orang tua agar penggunaan teknologi tetap sehat dan terkontrol.

    Peran Orang Tua dalam Pembatasan Akses G...

    by May 15 2026

    Jumlah pengunjung : 32 Pembatasan akses gim bagi anak dinilai memerlukan keterlibatan aktif orang tu...

    Di Balik Puluhan Ribu Kasus Keracunan da...

    by May 11 2026

    Jumlah pengunjung : 54 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sehar...

    Waspada Penularan Virus Hanta dari Tikus...

    by May 09 2026

    Jumlah pengunjung : 110 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 71 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 105 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 94 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top