Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • DPR Menilai Hasil TKA Tidak Tepat Jika Dijadikan Validator Nilai Rapor SNBP

    Nov 26 2025240 Dilihat

    Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa 24.994 peserta dinyatakan lulus tahapan Seleksi Substantif PPG bagi Calon Guru Tahun 2025.

    Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa SMA dan sederajat telah berlangsung pada awal November. Saat ini, peserta hanya menunggu pengumuman hasil yang dijadwalkan rilis pada Januari mendatang. Nilai TKA direncanakan digunakan untuk memetakan kemampuan akademik siswa di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi alat validasi nilai rapor dalam seleksi SNBP.

    Meski demikian, anggota Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, menyatakan keberatannya jika nilai TKA dijadikan acuan untuk memvalidasi nilai rapor dalam penerimaan perguruan tinggi negeri.

    Kritik DPR terhadap Pelaksanaan TKA

    Fikri menilai masih banyak hal yang harus diperbaiki dalam penyelenggaraan TKA tahun ini. Ia menyoroti kendala yang terjadi pada sesi awal ujian, salah satunya keterlambatan karena proses pengawasan dan penyeliaan oleh perguruan tinggi negeri.

    “Kemudian ada dampak-dampaknya tidak sinkron antara waktu pelaksanaan di peserta yang sesuai dengan billing waktu yang berjalan di server,” ujar Fikri dalam rapat kerja Kemendikdasmen bersama Komisi X DPR yang disiarkan melalui Youtube Komisi X DPR RI Channel, Rabu (26/11/2025).

    Selain itu, Fikri juga menyinggung kebingungan siswa dalam membedakan pelaksanaan simulasi TKA dengan gladi bersih.

    Pelaksanaan simulasi dengan gladi bersih itu beda, sehingga siswa bingung,” ujarnya.

    Fikri menilai terdapat ketidaksesuaian antara kisi-kisi TKA yang diberikan sebelumnya dengan soal yang muncul pada ujian sebenarnya. Ia juga mengkritik durasi pengerjaan soal yang dianggap terlalu singkat, karena peserta harus menyelesaikan 25 soal hanya dalam 45 menit.

    Sehingga satu menit 48 detik. Untuk soal-soal tertentu tidak mungkin meskipun mungkin anak cerdas,” ujar Fikri.

    Hasil TKA ini sebaiknya tidak jadi validator nilai rapor jalur masuk perguruan tinggi negeri,” imbuhnya.

    Pembelajaran Belum Tuntas Membuat Siswa Kesulitan

    Fikri juga mengungkapkan bahwa materi pembelajaran yang belum selesai di sekolah membuat banyak siswa kesulitan menghadapi TKA. Mereka mengaku menemukan soal-soal yang belum pernah diajarkan di kelas.

    Kemudian pembelajaran belum selesai tapi ada TKA sehingga banyak yang mungkin menganggap bahwa ini belum pernah kami dapat materi begini. Kemudian diasesmen itu kan kalau untuk mengukur dia serapannya dan sebagainya. Tapi kalau belum pernah disampaikan, kan bingung juga,” ungkap Fikri.

    Menurut Fikri, pelaksanaan TKA tahun ini memang menunjukkan kemajuan. Namun demikian, ia menegaskan perlunya evaluasi untuk penyelenggaraan berikutnya.

    TKA kali ini saya kira selangkah lebih bagus tapi ini jadi alat untuk pembelajaran, untuk perbaikan, TKA yang akan datang,” pungkasnya.

    Dengan berbagai catatan tersebut, DPR berharap pelaksanaan TKA ke depan dapat semakin matang dan akurat dalam mengukur kompetensi siswa. Evaluasi yang komprehensif dinilai penting agar TKA benar-benar berfungsi sebagai alat pemetaan pendidikan, bukan justru menimbulkan kebingungan atau ketidakadilan bagi peserta didik di seluruh Indonesia.

    Sumber: Detik.com
    Foto: dok.JPNN.com

    Penulis: Sarwo

    Share to

    Related News

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah Rakyat Tak Boleh Kendur

    Mensos Tegaskan Pengawasan Siswa Sekolah...

    by Sep 04 2026

    Jumlah pengunjung : 52 Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah R...

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sekolah 2026 untuk Wujudkan Lingkungan Sekolah Sehat

    Kemendikdasmen Dukung Imunisasi Anak Sek...

    by Sep 02 2026

    Jumlah pengunjung : 57 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung pelaksan...

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek Dorong Mahasiswa Kuasai Kompetensi Baru

    Hadapi Ekonomi Hijau, Wamendiktisaintek ...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 62 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) men...

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK, Bukan Pengangkatan Otomatis

    Seleksi CPNS 2027 Dibuka untuk Guru PPPK...

    by Sep 01 2026

    Jumlah pengunjung : 40 Guru yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mendapa...

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 Strategi Penjagaan Hutan

    Cegah Karhutla, Guru Besar UGM Dorong 3 ...

    by Aug 24 2026

    Jumlah pengunjung : 71 Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia perlu diarahkan ...

    Guru PPPK Berpeluang Jadi PNS 2027, Status Kepegawaian Dialihkan ke Pusat

    Pemerintah Buka Jalur Khusus PNS untuk D...

    by Aug 24 2026

    Jumlah pengunjung : 147 Pemerintah membuka jalur pengadaan khusus Pegawai Negeri Sipil (PNS) bagi do...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top