Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Gelar GIFTS 2025, UGM Jembatani Kolaborasi Riset Berkelanjutan dengan 43 Mitra Industri

    Dec 06 2025135 Dilihat

    Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Global Innovation & Future Technology Summit (GIFTS) 2025 yang berlokasi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis (4/12). Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, acara ini mengusung tema besar “Sustainable Technology for Future Earth”.

    Ajang ini menjadi etalase bagi inovasi berkelanjutan yang melibatkan 43 mitra dari kalangan industri dan perusahaan rintisan (startup). Tujuan utamanya adalah membangun dialog lintas disiplin ilmu serta memperkuat kapabilitas individu maupun institusi dalam menghadapi tantangan masa depan.

    Forum Strategis Penguatan Ekosistem Riset

    Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha dan Kerja Sama UGM, Dr. Danang Sri Hadmoko, menegaskan bahwa GIFTS diposisikan sebagai forum strategis untuk menjaring mitra global. Forum ini diharapkan mampu mendorong riset dan pengembangan teknologi yang tidak hanya berdampak luas, tetapi juga bertanggung jawab.

    Kegiatan ini bagian dari agenda Promoting Research and Innovation through Major and Decent Science and Technology Project, untuk memperkuat kapasitas sains dan teknologi di beberapa PKNBH, termasuk UGM,” ujar Danang.

    Lebih lanjut, Danang mengapresiasi komitmen puluhan mitra yang telah berkolaborasi melalui program Innovative Academy. Ia berharap sinergi ini dapat melahirkan dampak nyata bagi masyarakat.

    Dengan tema yang diusung, kami berharap mampu memperkuat ekosistem inovasi UGM sebagai katalisator lahirnya inovasi baru dan startup yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” harapnya.

    Tantangan Hilirisasi Riset ke Industri

    Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Bidang Industri dan Kerja Sama Luar Negeri Kemdiktisaintek, Oki Earlivan Sampurno, menyoroti tantangan klasik dalam ekosistem inovasi di Indonesia. Menurutnya, seringkali terjadi hambatan komunikasi antara dunia akademik dan industri yang menyebabkan riset gagal menjadi produk nyata.

    Indonesia punya sumber daya alam, sumber daya manusia, serta inovator yang luar biasa, namun tidak semua riset dapat berkembang karena adanya perbedaan lingua franca antara akademisi dan industri. Hal inilah yang membuat investasi riset sering tidak berujung pada inovasi atau produk yang dapat di scale-up,” tutur Oki.

    Oki menambahkan bahwa inovasi skala laboratorium memiliki potensi besar jika didukung modal dan kolaborasi yang tepat. Dalam sesi plenary pertama bertajuk “Exploring Government Policy Insights”, Oki kembali menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam penelitian.

    Publikasi dan riset tentu penting di kampus memang penting, tetapi yang sebenarnya ingin kita dorong adalah perubahan kerangka pikir tersebut. Jadi dari sekadar academic impact bisa menghasilkan social impact dan economic impact,” katanya.

    Sinergi Talenta dan Kebutuhan Global

    Rangkaian acara GIFTS 2025 dimeriahkan dengan dua sesi Plenary, dua sesi Panel, lokakarya (workshop), serta pameran produk inovatif. Pada sesi plenary kedua, pembahasan berfokus pada penyelarasan inovasi industri dan universitas.

    CEO Paragon and Innovation, Salman Subakat, mengakui besarnya potensi talenta yang dimiliki UGM. “Inovasi lahir dari semangat dan keberanian untuk menembus batas, demi menghasilkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya.

    Puncak acara ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UGM dengan berbagai pihak strategis, meliputi 9 Venture Capital, 5 Asosiasi, dan 29 mitra pemerintah serta industri.

    Kerja sama ini sekaligus meresmikan sinergi antara UGM Science Techno Park dan GIK sebagai “Ecosystem Builder for Innovation, Startup, and Venture”. Langkah ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya platform kolaborasi yang terintegrasi dan kompetitif secara global demi kemajuan ekosistem inovasi nasional.

    Baca juga: Salah Sebut Status Alumni Jokowi, Layanan AI “LISA” Milik UGM Sedang Dalam Perbaikan

    Sumber: UGM

    Share to

    Related News

    Program Sekolah Rakyat di DIY Dikawal DPRD agar Berjalan Efektif

    Program Sekolah Rakyat di DIY Dikawal DP...

    by Aug 05 2026

    Jumlah pengunjung : 76 YOGYAKARTA – DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan komitmennya u...

    Tanggapi Wacana Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Bupati Sleman Utamakan Pengabdian

    Tanggapi Wacana Kenaikan Gaji Kepala Dae...

    by Aug 04 2026

    Jumlah pengunjung : 98 SLEMAN – Bupati Sleman Harda Kiswaya menanggapi santai wacana kenaikan gaji...

    BPS: Deflasi Yogyakarta Juli 2026 Tertahan Kenaikan Biaya Sekolah dan BBM

    BPS: Deflasi Yogyakarta Juli 2026 Tertah...

    by Aug 04 2026

    Jumlah pengunjung : 45 YOGYAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Yogyakarta mencatat deflasi p...

    Senyum Sumringah Mahasiswa Baru UGM Warn...

    by Aug 04 2026

    Jumlah pengunjung : 61 YOGYAKARTA – Ribuan mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) tampak pen...

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti

    Kemendikdasmen Dorong Perlindungan Anak ...

    by Jul 28 2026

    Jumlah pengunjung : 90 SIDOARJO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’...

    Guru PPPK mengajar di ruang kelas saat DPR mengusulkan kenaikan gaji minimal Rp7 juta per bulan bagi guru PPPK penuh waktu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.

    DPR Dorong Kenaikan Gaji Guru PPPK Penuh...

    by Jul 01 2026

    Jumlah pengunjung : 85 AKARTA – DPR RI kembali mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top