Sharwo • Dec 06 2025 • 127 Dilihat

Kondisi Terkini AI LISA Layanan asisten cerdas berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) milik Universitas Gadjah Mada (UGM), Lean Intelligent Service Assistant atau LISA, saat ini terpantau sedang dalam masa perbaikan. Hal ini terjadi setelah sebuah video viral memperlihatkan LISA memberikan informasi keliru mengenai status alumni Presiden Joko Widodo.
Berdasarkan pantauan di lokasi Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Jumat (5/12) pukul 11.00 WIB, terlihat sejumlah orang sedang berkerumun di depan anjungan LISA untuk melakukan pembaruan sistem. Saat dicoba diakses, layar LISA menampilkan pesan pemeliharaan dan tidak dapat merespons suara, hanya menampilkan avatar yang melambaikan tangan.
“Halo, saya LISA. Saat ini layanan sedang ditingkatkan untuk memberikan pengalaman yang lebih baik. Terima kasih telah menunggu. LISA akan segera kembali,” demikian bunyi pesan yang tertera di layar tersebut.
Baca juga: Riset MIT: AI Sanggup Tangani Beban Kerja 151 Juta Orang, Namun Tidak Memicu PHK Massal
Sebelumnya, LISA menjadi sorotan publik karena jawabannya yang dianggap keliru saat merespons pertanyaan pengguna mengenai “jokowi alumni ugm”. Dalam video yang beredar luas, AI tersebut memberikan jawaban sebagai berikut:
“Joko Widodo bukan alumni Universitas Gadjah Mada. Beliau menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada pada Fakultas Kehutanan, tetapi tidak lulus dari sana. Sebagai seorang tokoh nasional, beliau memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman yang beragam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan menjabat sebagai Presiden Indonesia.“
Menanggapi insiden tersebut, Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa LISA adalah produk inovasi UGM hasil kerja sama dengan Botika yang saat ini masih dalam tahap peluncuran awal (soft launching).
“LISA merupakan bagian dari sebuah program komprehensif bertajuk UGM University Services yang dikembangkan oleh Biro Transformasi Digital dan Direktorat Kemahasiswaan UGM untuk memberikan layanan terintegrasi bagi mahasiswa dan masyarakat umum,” jelas Made Andi dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/12).
Made Andi menjelaskan bahwa LISA berbeda dengan AI komersial seperti ChatGPT. Basis pengetahuannya difokuskan pada data internal akademik dan kemahasiswaan, namun ia juga terus belajar dari input data eksternal atau internet yang memengaruhi akurasinya.
“Cara kedua dijalankan berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh pengguna dan hasil belajar ini tentu dipengaruhi oleh akurasi dan kebenaran informasi yang didapatkannya dari internet,” tambahnya.
Pihak UGM mengakui adanya ketidakkonsistenan logika dalam jawaban LISA terkait Jokowi. Made Andi menyoroti bahwa AI tersebut memberikan dua pernyataan yang saling bertentangan dalam satu jawaban.
“LISA menyatakan Joko Widodo bukan alumni tetapi juga menyatakan bahwa beliau menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kehutanan UGM. Di sini terlihat bahwa informasi kedua ini membantah informasi pertama,” terangnya.
Menurut Made Andi, kesalahan ini justru menegaskan batasan kemampuan LISA saat ini yang memang belum dirancang untuk memverifikasi kelulusan individu secara spesifik.
“Inkonsistensi informasi yang disajikan LISA merupakan penegasan bahwa LISA memang tidak dirancang untuk menjawab pertanyaan tentang kelulusan seseorang. Selain itu, hal ini juga mengonfirmasi bahwa LISA memang sedang belajar untuk terus meningkatkan kemampuannya,” katanya.
Menutup klarifikasinya, pihak universitas kembali menegaskan status akademik Presiden Joko Widodo untuk meluruskan informasi yang salah dari AI tersebut.
“UGM menegaskan bahwa informasi tentang status kelulusan Joko Widodo yang disampaikan LISA tidak akurat. UGM juga telah menegaskan bahwa Joko Widodo adalah alumni yang lulus dari UGM seperti yang dinyatakan oleh Rektor UGM,” pungkas Made Andi.
Sumber: Kumparan
Jumlah pengunjung : 155 YOGYAKARTA — Kota Yogyakarta kembali menyajikan beragam agenda menarik unt...
Jumlah pengunjung : 163 YOGYAKARTA — Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) merilis daftar 10 sekola...
Jumlah pengunjung : 68 Latar belakang ekonomi yang sederhana bukanlah penghalang untuk mengukir pres...
Jumlah pengunjung : 82 Pemerintah Provinsi DIY memberikan bantuan khusus bagi 1.296 mahasiswa di Jog...
Jumlah pengunjung : 87 Dua perguruan tinggi kenamaan di Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada (UGM) da...
Jumlah pengunjung : 78 YOGYAKARTA — Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.