sarwoo • May 03 2026 • 203 Dilihat

Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengajak seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan transformasi pendidikan berkualitas yang terbangun sebagai ekosistem utuh dan berkelanjutan. Upaya ini mencakup penguatan pembelajaran, perluasan akses, serta riset dan inovasi yang berdampak. Pesan tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menjadi pembina upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 bersama Kemdikdasmen dan Kemenbud di halaman kantor Kemdikdasmen, Sabtu (2/5).
Dalam amanatnya, Brian menekankan bahwa pendidikan harus dipandang sebagai ekosistem berkelanjutan yang mencakup seluruh jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi, serta terhubung erat dengan riset dan inovasi.
“Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai satu ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari rumah, sekolah, hingga perguruan tinggi, dari pembelajaran menuju riset, dari pengetahuan menuju inovasi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa transformasi pendidikan dimulai dari penguatan fondasi pembelajaran melalui pendekatan deep learning yang mendorong peserta didik tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memahami, menalar, dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Langkah ini diperkuat dengan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Baca juga: Mendiktisaintek Tegaskan Peran Dosen, Pastikan KIP Kuliah Berlanjut
Penguatan pembelajaran juga mencakup pembentukan karakter melalui budaya Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) serta program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Pramuka. Di sisi lain, peningkatan mutu pembelajaran didorong lewat Gerakan Literasi dan Numerasi, pendekatan STEM, serta Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi berbasis mutu.
Perluasan akses pendidikan terus diakselerasi melalui skema Sekolah Satu Atap, Sekolah Terbuka, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), penguatan komunitas belajar, dan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus agar tidak ada peserta didik yang tertinggal.
Brian juga menyoroti penguatan peran guru, dosen, dan tenaga kependidikan melalui peningkatan kompetensi, termasuk penguasaan teknologi seperti coding, kecerdasan artifisial (AI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang didukung peningkatan kesejahteraan lewat sertifikasi dan insentif.
Pada tingkat pendidikan tinggi, dosen dan peneliti diarahkan untuk membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan. Kolaborasi multipihak dengan pendekatan pentahelix, program Magang Berdampak, Katalisator Kemitraan Berdikari, serta pengembangan Science Techno Park menjadi strategi agar hasil pembelajaran dapat memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Konsorsium perguruan tinggi juga berperan dalam menangani isu stunting dan kemiskinan.
“Pada akhirnya, semua itu bermuara pada riset yang berdampak nyata. Riset tidak boleh berhenti pada publikasi, tetapi harus melahirkan inovasi dan solusi. Fokus riset nasional diarahkan pada program prioritas dan strategis di bidang-bidang kunci masa depan, seperti energi, pangan, kesehatan, lingkungan, dan teknologi,” jelas Menteri Brian.
Selain peningkatan mutu, perluasan akses pendidikan tetap menjadi prioritas melalui berbagai skema afirmasi dan inklusi, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi, serta beasiswa pradoktoral dan doktoral, agar setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.
Peringatan Hardiknas 2026 juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa—pemerintah, keluarga, satuan pendidikan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat—dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, relevan, dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mendorong transformasi pendidikan tinggi, sains, dan teknologi yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat. Melalui penguatan ekosistem riset dan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor, Kemdiktisaintek bertekad menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif, berdaya saing global, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional.
Jumlah pengunjung : 59 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam R...
Jumlah pengunjung : 68 DPR RI berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru setelah pemerintah dan DPR...
Jumlah pengunjung : 72 Pemerintah dan DPR RI menyepakati penataan status kepegawaian guru Pegawai Pe...
Jumlah pengunjung : 25 Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yulia...
Jumlah pengunjung : 77 Pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun dalam R...
Jumlah pengunjung : 82 Pemerintah menargetkan 50 hingga 100 unit Sekolah Rakyat mulai aktif beropera...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.