Fajar A • Dec 02 2024 • 198 Dilihat

Warta Pendidikan Jogja – Siapa sangka, setelah dunia berhasil melewati badai pandemi COVID-19, tantangan kesehatan baru muncul dengan nama yang tak kalah mengkhawatirkan: monkeypox, atau cacar monyet. Penyakit yang pertama kali ditemukan di Afrika ini kini mulai merambah ke negara-negara lain, termasuk Indonesia. Jadi, bagaimana caranya agar kita bisa mencegah penyebaran virus ini dan mencegahnya menjadi krisis global berikutnya?
Monkeypox adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dari keluarga Orthopoxvirus. Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1958 pada koloni monyet yang digunakan untuk penelitian, sehingga diberi nama “monkeypox”. Kasus pertama pada manusia tercatat pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah. Virus ini bisa menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, luka kulit, droplet pernapasan, atau benda yang terkontaminasi. Selain itu, hewan-hewan seperti tikus dan primata juga dapat menjadi perantara penyebaran.
Gejala monkeypox mirip dengan cacar, dengan tanda-tanda seperti demam, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, serta ruam kulit yang berkembang menjadi lesi. Penyebaran virus ini semakin cepat, dipengaruhi oleh perubahan lingkungan global dan peningkatan interaksi manusia dengan hewan. Pada 2022, WHO melaporkan peningkatan signifikan kasus monkeypox di Eropa, Amerika, dan Asia, termasuk Indonesia.
Pencegahan adalah kunci untuk menghindari penyebaran lebih luas dari penyakit ini. Kenapa? Berikut beberapa alasan mengapa pencegahan harus menjadi fokus utama kita:
Untuk mengurangi risiko penularan monkeypox, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kesehatan sangat penting. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan adalah:
Baca Juga : Kemajuan Teknologi Medis di Indonesia dan Akses Kesehatan yang Lebih Baik
Monkeypox tidak mengenal batas negara, sehingga kerja sama internasional sangat penting. Negara-negara perlu berbagi data, teknologi, dan pengalaman dalam merespons wabah ini. WHO dan organisasi kesehatan global lainnya berperan besar dalam memberikan panduan teknis, mendukung penelitian, serta membantu negara dengan sumber daya terbatas.
Selain itu, penelitian untuk mengembangkan vaksin dan pengobatan baru harus diprioritaskan. Pemahaman yang lebih baik tentang virus ini akan memperkuat kesiapsiagaan dunia dalam menghadapi penyakit menular lainnya di masa depan.
Meski monkeypox adalah ancaman yang nyata, penyebarannya bisa dicegah dengan langkah-langkah strategis. Edukasi masyarakat, menjaga kebersihan, vaksinasi, dan penguatan sistem kesehatan adalah hal-hal yang harus diprioritaskan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi kesehatan, kita dapat meminimalkan risiko penyebaran.
Pencegahan adalah pilihan terbaik untuk menghindari krisis kesehatan global. Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga menjaga stabilitas kesehatan dan ekonomi masyarakat.
Author : Sindy Asdistia
Sumber Referensi : https://www.kompasiana.com/annidarofiulalma7376/674f39e0ed641549d91ff8c3/menghadapi-ancaman-monkeypox-prioritas-pada-tindakan-pencegahan
Sumber Gambar : https://www.freepik.com/free-vector/woman-with-monkeypox-symptoms_27546829.htm#fromView=image_search_similar&page=1&position=1&uuid=94a97427-6e1c-4720-a6bc-0be066a64077
Jumlah pengunjung : 139 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seha...
Jumlah pengunjung : 230 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...
Jumlah pengunjung : 146 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung p...
Jumlah pengunjung : 219 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...
Jumlah pengunjung : 171 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...
Jumlah pengunjung : 167 JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta menilai penerapan rekayasa lalu lintas di...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.