Fajar A • Dec 11 2024 • 241 Dilihat

Warta Pendidikan Jogja – Defisiensi vitamin E tergolong kondisi yang jarang terjadi. Penyebab kekurangan vitamin e biasanya gangguan penyerapan lemak dari makanan, di mana vitamin E larut. Bayi yang baru lahir, terutama yang prematur, memiliki risiko lebih tinggi mengalami kekurangan vitamin E. Sebaliknya, pada orang dewasa, kondisi ini jarang dijumpai. Berikut penjelasan mendalam mengenai kekurangan vitamin E.
Kekurangan vitamin E adalah kondisi ketika kadar vitamin E dalam tubuh sangat rendah, biasanya akibat tubuh tidak mampu menyerap lemak dengan optimal. Vitamin E adalah nutrisi penting yang larut dalam lemak dan memiliki delapan bentuk senyawa: empat tokoferol (alfa, beta, gamma, delta) serta empat tokotrienol (alfa, beta, gamma, delta). Dari semua bentuk ini, alfa-tokoferol adalah yang paling aktif dan dibutuhkan oleh tubuh.
Vitamin E berperan sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Sumber vitamin E yang mudah ditemukan adalah dari sayuran hijau, minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan bibit gandum. Bayi prematur memiliki cadangan vitamin E yang lebih rendah karena penyaluran vitamin ini melalui plasenta tidak optimal. Sedangkan orang dewasa mempunyai cadangan vitamin E yang tersimpan di jaringan lemak untuk bantu kurangai risiko defisiensi.
Kekurangan vitamin E bisa terjadi karena terlalu sering mengkonsumsi makan rendah lemak atau gangguan penyerapan lemak. Beberapa penyebab umum meliputi:
Bayi prematur dengan berat badan di bawah 1.500 gram juga berisiko karena sistem pencernaan mereka belum matang sepenuhnya. Bayi yang kekurangan vitamin E bisa terserang anemia hemolitik atau penghancuran sel darah merah.
Defisiensi vitamin E dapat menimbulkan berbagai gejala, seperti:
Gejala seperti kelemahan otot dan gangguan koordinasi menunjukkan adanya kerusakan pada sistem saraf pusat maupun perifer. Vitamin E membantu melindungi selubung lemak di sekitar saraf, sehingga kekurangan vitamin ini dapat mempengaruhi fungsi saraf.
Untuk mengetahui riwayat kesehatan, dokter biasanya melakukan wawancara medis sebelum melakukan pemeriksaan fisik. Tanda-tanda seperti refleks yang lemah, gangguan penglihatan, atau otot lemah dapat mengindikasikan defisiensi vitamin E. Tes darah juga dilakukan untuk mengukur kadar vitamin E dalam tubuh.
Kekurangan vitamin E bisa juga diatasi dengan konsumsi suplemen vitamin E tambahan. Pada bayi prematur, suplementasi diberikan melalui selang ke dalam perut atau secara intravena (IV).
Pada anak-anak dan orang dewasa dengan defisiensi akibat faktor genetik, dokter dapat meresepkan suplemen vitamin E dosis tinggi. Jika terdeteksi sejak dini, pengobatan dapat mencegah komplikasi neurologis yang serius.
Meski jarang diperhatikan, seseorang yang kekurangan vitamin E ternyata sangat butuh perhatian medis. Jika Anda mengalami gejala yang mengarah pada defisiensi vitamin ini, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pastikan juga pola makan Anda mencakup makanan kaya vitamin E untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Sumber : https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/kekurangan-vitamin-e
Gambar : https://www.freepik.com/free-photo/yellow-pills-arrangement_17806419.htm#fromView=search&page=1&position=19&uuid=d6b795cf-17aa-44cd-95e1-9ceeb717298c
Jumlah pengunjung : 85 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...
Jumlah pengunjung : 122 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...
Jumlah pengunjung : 112 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...
Jumlah pengunjung : 144 JAKARTA—Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memasti...
Jumlah pengunjung : 125 JOGJA—Upaya edukasi dan konservasi geopark di DIY semakin diperkuat oleh J...
Jumlah pengunjung : 110 JAKARTA—Pemerintah memastikan bahwa para murid yang terdampak banjir dan l...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.