Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Kemendikdasmen Terapkan Kurikulum Darurat Berjenjang di Wilayah Bencana Sumatera

    Dec 11 2025138 Dilihat

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan kerangka kebijakan pembelajaran berjenjang untuk wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kebijakan ini dirancang untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mulai dari masa tanggap darurat hingga beberapa tahun pascabencana.

    Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan di Jakarta, Rabu (11/12/2025), bahwa pemulihan ini dibagi menjadi tiga fase waktu:

    1. Fase 0-3 Bulan: Fokus pada penyederhanaan kurikulum ke kompetensi esensial, penyediaan bahan ajar darurat, dan dukungan psikososial dengan asesmen yang menekankan keamanan siswa.
    2. Fase 3-12 Bulan: Fokus beralih ke pemulihan kemampuan dasar melalui kurikulum adaptif krisis, program remedial, dan asesmen transisi berbasis portofolio.
    3. Fase 1-3 Tahun: Penguatan kualitas pembelajaran kembali, integrasi pendidikan kebencanaan secara permanen, serta monitoring jangka panjang terhadap literasi, numerasi, dan kesejahteraan mental siswa.

    Toni menambahkan bahwa BSKAP juga telah menerbitkan Panduan Implementasi Pendidikan Kebencanaan sebagai acuan sekolah.

    “Panduan implementasi pendidikan kebencanaan ini juga dilengkapi dengan peta kompetensi terkait kebencanaan untuk peserta didik sesuai jenjangnya. Kompetensi tersebut dapat diintegrasikan ke mata pelajaran yang relevan,” kata Toni.

    Seluruh proses ini akan berjalan beriringan dengan perbaikan fisik fasilitas pendidikan.

    “Kami sudah memiliki peta jalan kebijakan pascabencana. Ini memastikan bahwa pemulihan pendidikan berlangsung berkelanjutan, tidak hanya jangka pendek tetapi juga memperkuat ketahanan sekolah di masa depan,” ujarnya.

    Otonomi Daerah dan Fleksibilitas Belajar

    Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa teknis pelaksanaan pembelajaran di lapangan diserahkan kepada kebijakan pemerintah daerah (Pemda) masing-masing. Hal ini dikarenakan tingkat kerusakan dan kondisi di setiap wilayah berbeda-beda.

    “Kondisi sekolah di setiap daerah terdampak tidak sama. Karena itu, pembelajaran kami serahkan pada kebijakan Pemerintah Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Yang terpenting adalah hak belajar murid tetap terpenuhi dan keselamatan mereka terjamin,” ujar Abdul Mu’ti.

    Pola pembelajaran yang dapat diterapkan sangat bervariasi, mulai dari sistem gilir (shift), daring, menumpang di sekolah lain, hingga belajar di tenda darurat. Fleksibilitas ini juga berlaku untuk sistem penilaian atau ujian semester.

    “Pemerintah daerah dan satuan pendidikan juga diberikan kebebasan memilih moda pembelajaran dan bentuk asesmen yang paling memungkinkan, baik dengan tetap melaksanakan tes seperti biasa, menggantinya dengan penilaian harian tanpa tes semester, maupun menggunakan aktivitas bakti sosial sebagai dasar penilaian,” ucap Menteri Mu’ti.

    Baca juga: Sultan HB X Instruksikan Kampus Data Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera untuk Diberi Bantuan

    Sumber: puslapdik.kemendikdasmen

    Share to

    Related News

    Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i menyampaikan paparan mengenai peran koperasi pesantren dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi umat dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

    Wamenag Dorong Koperasi Pesantren Perkua...

    by Jun 30 2026

    Jumlah pengunjung : 16 JAKARTA – Wakil Menteri Agama, Muhammad Syafi’i, meyakini pengembanga...

    Aktivitas peneliti di laboratorium BRIN dalam pengembangan riset dan inovasi sebagai bagian dari penyusunan Peta Jalan Riset Nasional 2045 untuk mendukung industrialisasi Indonesia.

    BRIN Susun Roadmap Riset 2045, Fokus pad...

    by Jun 29 2026

    Jumlah pengunjung : 20 JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menyusun Peta Jala...

    Siswa sekolah dasar mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris di kelas sebagai bagian dari persiapan kebijakan mata pelajaran wajib yang akan diterapkan secara nasional mulai 2027.

    SPMB 2026: Sejumlah SD di Sleman Sepi Pe...

    by Jun 25 2026

    Jumlah pengunjung : 50 SLEMAN – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sleman menghadapi persoal...

    Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menyampaikan usulan kenaikan gaji guru minimal Rp5 juta per bulan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di Indonesia.

    Komisi X DPR Dorong Kenaikan Gaji Guru h...

    by Jun 25 2026

    Jumlah pengunjung : 36 JAKARTA – Usulan peningkatan kesejahteraan guru kembali mengemuka. Wakil Ke...

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meninjau penggunaan Papan Interaktif Digital di sekolah sebagai bagian dari program transformasi pembelajaran berbasis teknologi di Indonesia.

    Mendikdasmen Targetkan Setiap Sekolah Pu...

    by Jun 23 2026

    Jumlah pengunjung : 55 PIDIE – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menarget...

    Mahasiswa dan alumni penerima beasiswa Jepang mengikuti kegiatan yang membahas peran pendidikan dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Jepang melalui kerja sama akademik serta pertukaran budaya.

    Alumni Beasiswa Jepang Berperan Besar da...

    by Jun 22 2026

    Jumlah pengunjung : 73 JAKARTA – Program beasiswa yang diberikan Pemerintah Jepang kepada mahasisw...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top