Sharwo • Dec 10 2025 • 110 Dilihat

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengambil langkah cepat merespons bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sultan meminta seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta untuk segera mendata mahasiswa yang berasal dari wilayah tersebut, khususnya mereka yang keluarganya terdampak bencana.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY berkomitmen untuk menyalurkan bantuan bagi para mahasiswa yang mengalami kesulitan akibat musibah ini.
“Kami sudah kontak kampus-kampus di Yogyakarta sekiranya ada keluarga yang di Sumatera ini punya anak yang jadi mahasiswa di Yogya saya mohon untuk bisa kami mendapatkan nama-nama itu,” kata Sri Sultan di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Selasa (9/12).
Tradisi Solidaritas DIY
Sultan menegaskan bahwa bantuan semacam ini merupakan tradisi yang sudah lama dipegang oleh Pemda DIY ketika terjadi bencana besar di daerah asal mahasiswa yang sedang menempuh studi di Yogyakarta.
“Selama ini sudah selalu kita lakukan,” ujarnya.
Sultan juga mencontohkan langkah serupa yang pernah diambil saat gempa besar melanda Aceh dan Sumatera Barat di masa lampau. Meski berharap tidak ada mahasiswa yang terdampak, Sultan memastikan pemerintah siap turun tangan jika ada mahasiswa yang orang tuanya kehilangan kemampuan ekonomi akibat bencana.
“Pada waktu gempa di Aceh, di Sumatera Barat, kita melakukan hal yang sama. Semoga harapan saya nggak ada (yang terdampak). Tapi kalau ada kami akan membantu kemungkinan orang tuanya sudah tidak mampu lagi mengirim kiriman untuk mereka belajar,” tuturnya.
Bantuan Biaya Kuliah dan Biaya Hidup
Terkait skema bantuan, Sultan merinci bahwa Pemda DIY akan memberikan keringanan biaya pendidikan serta bantuan biaya hidup (living cost). Durasi bantuan biasanya diberikan selama delapan bulan, namun bisa diperpanjang jika kondisi mahasiswa yang bersangkutan masih membutuhkan.
“Kita ringankan biaya belajar, biaya kuliah. Dan yang kedua untuk living cost. Biasanya 8 bulan. Tapi kalau masih punya problem ya (dilanjutkan),” jelas Sultan.
Ia juga mengenang momen saat Pemda DIY membantu ratusan mahasiswa Aceh serta mahasiswa dari daerah lain seperti NTB dan Poso saat daerah mereka dilanda bencana.
“Seperti Aceh (saat ada bencana) dan sebagainya kan ada 340 [mahasiswa] kita bantu. Yang lain juga begitu. Di NTB maupun juga yang terakhir di Poso sama juga. Semua sama. Dari dulu memang itu yang kita lakukan,” pungkasnya.
Sebagai informasi, bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera terjadi pada pekan keempat November 2025. Bencana yang dipicu oleh kerusakan lingkungan dan cuaca ekstrem badai Senyar ini mengakibatkan dampak yang masif, dengan korban jiwa mencapai 969 orang dan 252 orang dinyatakan hilang berdasarkan laporan terbaru 10 Desember 2025.
Sumber: Kumparan
Jumlah pengunjung : 23 Tim SWA RoboKnights dari Sinarmas World Academy, yang beranggotakan Audric Ts...
Jumlah pengunjung : 43 JAKARTA — Pemerintah menargetkan operasional empat sekolah Garuda baru akan...
Jumlah pengunjung : 55 Keanekaragaman budaya di Indonesia sangatlah banyak yang terkadang budaya ter...
Jumlah pengunjung : 52 YOGYAKARTA — Kemendikdasmen resmi menerbitkan aturan tentang penerapan buda...
Jumlah pengunjung : 88 YOGYAKARTA — Menteri Kebudayaan menegaskan pentingnya menulis dan merekam s...
Jumlah pengunjung : 78 JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Program Makan Bergizi Gratis...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.