Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Mahasiswa KKN-T Alma Ata Yogyakarta Terapkan Gong Ceting di Brebes

    Mar 21 2024154 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Untuk membantu mengatasi masalah stunting di Brebes, mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Yogyakarta melakukan Gong Ceting, juga dikenal sebagai Gotong royong Cegah Stunting. Dr. Muh Mustakim MPdI, Wakil Rektor 1 Universitas Alma Yogyakarta, menyatakan saat penerjunan KKN-T Universitas Alma Ata di Lantai 5 Gedung KPT Brebes pada Rabu (2/8/23), mengatakan, “Sebelumnya, Gong Ceting telah diterapkan bersama 15 Perguruan Tinggi di Yogya ternyata berhasil dalam mencegah stunting, dan para mahasiswa kami akan menerapkannya di Brebes.”

    Mustakim menjelaskan bahwa, sebagai bentuk perwujudan Tri Dharma perguruan tinggi, pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan mahasiswa harus melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui KKN. Sebagaimana dijanjikan oleh Rektor, akan dilaksanakan di wilayah Pantura, termasuk Brebes. “Sinergitas Optimalisasi Potensi Daerah untuk Ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting” adalah tema KKN kali ini.

    Menurutnya, segala sesuatu dimulai dari sinergi. Mahasiswa tidak akan dapat melakukan apa pun di Desa atau Kabupaten Brebes tanpa bantuan dan arahan dari OPD dan pemerintah terkait. Jika sinergi ini ditemukan setelah KKN, harapannya adalah program yang baik untuk kolaborasi dengan masyarakat dapat diteruskan di daerah setempat.

    “Ada 60 mahasiswa yang kami sebar di Kecamatan Brebes,” katanya. Mereka akan ditempatkan di Desa Tengki, Wangandalem, Limbangan Kulon, Limbangan Wetan, dan Pasarbatang. Menurut Pj Bupati Brebes Urip Sihabudin SH MH, nampaknya apa yang saya bicarakan dengan para Rektor telah terwujud. Pertama, mohon meminta kuliah kerja amali di Brebes, dan kedua, topik. Problem kemiskinan ekstrem dan stunting adalah tantangan besar bagi pemerintah Kabupaten Brebes.

    Urip menyatakan bahwa 75 persen keluarga miskin memiliki anak-anak yang masuk kategori stunting. Urip menyimpulkan, “Sebagaimana arahan Presiden, kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Brebes nol di 2024, tetapi rumah tangga yang masuk kategori miskin ekstrem sekarang masih di angka 35 lebih.”

    Sumber:
    https://brebeskab.go.id/index.php/content/1/mahasiswa-alma-ata-yogyakarta-terapkan-gong-ceting-di-brebes

    Share to

    Related News

    Guru non-ASN di DIY dipastikan tetap mengajar hingga 2026 setelah adanya kepastian kebijakan terkait tenaga honorer.

    Guru Non-ASN di DIY Dipastikan Tetap Men...

    by May 20 2026

    Jumlah pengunjung : 14 Ketua Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLP...

    Orang Tua Korban Ajukan Petisi, Desak UG...

    by May 06 2026

    Jumlah pengunjung : 100 Yogyakarta ~ Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran di ...

    Sultan HB X Resmikan Pendidikan Khas Kej...

    by May 06 2026

    Jumlah pengunjung : 92 Yogyakarta ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuw...

    Sleman: Gedung SDN Nglarang Dibongkar, S...

    by Apr 29 2026

    Jumlah pengunjung : 46 Proses pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sleman berdampak pada k...

    Pemda DIY menerapkan WFH ASN secara fleksibel, tidak harus 50 persen, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD.

    WFH ASN DIY Tak Wajib 50 Persen, Bisa Di...

    by Apr 24 2026

    Jumlah pengunjung : 48 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...

    Pemkot Yogyakarta mengorkestrasi berbagai event untuk memperkuat branding Kota Festival dan meningkatkan kunjungan wisata.

    Jogja Jadi Kota Festival Serius! Ribuan ...

    by Apr 17 2026

    Jumlah pengunjung : 83 Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival d...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top