Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Peran Guru di Tengah Krisis Karakter Siswa dan Lemahnya Ketahanan Keluarga di Era Digital

    Nov 28 202597 Dilihat

    Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menyoroti semakin beratnya tanggung jawab yang dipikul para pendidik. Di balik suasana perayaan, guru kini menghadapi tantangan ganda, menyesuaikan diri dengan laju perkembangan teknologi yang begitu cepat sekaligus menangani kondisi psikologis siswa yang kian rapuh.

    Pakar Pendidikan Nasional, Darmaningtyas, menegaskan bahwa fungsi guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi pelajaran. Mereka kini diharapkan menjadi pilar utama dalam membentuk karakter peserta didik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya benturan antara tuntutan pemanfaatan teknologi dan kondisi mental siswa saat ini. “Di satu sisi, guru banyak di-drive oleh perkembangan teknologi kekinian. Di sisi lain, para guru dihadapi dengan mental-mental siswa yang mungkin lemah,” ujarnya.

    Kesenjangan Sosial-Emosional Generasi Digital

    Darmaningtyas menjelaskan bahwa generasi yang tumbuh di era digital cenderung memiliki kesenjangan dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Kebiasaan yang dibentuk oleh lingkungan digital dianggap tidak mampu menanamkan nilai kebangsaan dan kenegaraan, sehingga menciptakan generasi yang unggul secara teknis tetapi rapuh secara emosional. Minimnya ruang untuk berekspresi, baik di lingkungan keluarga maupun sosial, semakin memperburuk situasi. Ketidakmampuan siswa dalam menyalurkan perasaan seperti kecemasan dan kekecewaan sering berujung pada perilaku negatif di sekolah, mulai dari sikap masa bodoh hingga tindakan agresif.

    Anak-anak kaum milenial itu juga punya persoalan, terutama dalam hal komunikasi maupun interaksi dengan sesama. Termasuk memberikan ruang untuk penyaluran kegelisahan dan kekecewaan,” tutur penulis Manipulasi Kebijakan Pendidikan tersebut.

    Peran Keluarga yang Melemah

    Pria asal Gunungkidul, kelahiran 9 September 1962 itu menambahkan bahwa melemahnya peran keluarga menjadi akar dari berbagai persoalan, termasuk meningkatnya kasus perundungan. Prosedur penanganan kekerasan yang telah dibuat pun sulit berjalan optimal karena kondisi keluarga siswa tidak mendukung. “Inti persoalannya kenapa perundungan di sekolah berkembang meskipun sudah ada protap-protapnya, karena lingkungan keluarga itu bermasalah,” tegasnya.

    Ia mengingatkan kembali konsep Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menempatkan keluarga sebagai elemen utama dengan kontribusi 50 persen dalam pembentukan karakter, diikuti sekolah sebesar 30 persen dan lingkungan masyarakat 20 persen. Ketidakseimbangan peran keluarga, menurutnya, sangat memengaruhi perilaku siswa. “Seperti kasus SMA 72. Itu kan bapak ibunya masih ada, tetapi dia hanya hidup bersama ayahnya. Ibunya jadi pekerja migran,” jelasnya.

    Guru sebagai Fasilitator, Bukan Otoritas Keras

    Dalam menghadapi situasi kompleks ini, pendekatan yang bersifat keras atau otoriter dinilai tidak lagi sesuai. Guru justru dituntut berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa berkembang tanpa tekanan, baik secara verbal maupun fisik. Meski demikian, peran baru tersebut memerlukan kesiapan mental serta pemahaman kebangsaan yang kuat dari guru itu sendiri. Darmaningtyas menekankan pentingnya literasi sejarah serta nilai-nilai luhur bangsa agar guru dapat menjadi penopang karakter peserta didik di tengah derasnya arus digital.

    Peran guru semakin krusial di tengah perubahan sosial dan tantangan era digital. Dibutuhkan dukungan keluarga, kesiapan mental para pendidik, serta pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai kebangsaan agar guru dapat menjalankan fungsi strategis dalam membangun karakter generasi masa depan.

    Sumber : SindoNews

    Share to

    Related News

    Resmi Dibuka, Pameran Poster PIMNAS ke-3...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 71 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka pintu bagi publik untuk menyaksi...

    Hasil TKA 2025 Sudah Keluar! Ini Jadwal ...

    by Dec 27 2025

    Jumlah pengunjung : 109 Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akad...

    Peluncuran platform Read Indonesia oleh Menteri Kebudayaan Tampilan situs Read Indonesia sebagai gerbang sastra global

    Kemenbud Luncurkan Read Indonesia: Platf...

    by Dec 25 2025

    Jumlah pengunjung : 81 JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi merilis platform digital ...

    e-Rapor 2025 rapor digital sekolah Kemendikdasmen sistem penilaian pendidikan digitalisasi pendidikan Dapodik transparansi penilaian siswa data rapor nasional administrasi sekolah digita

    Kemendikdasmen Dorong Digitalisasi Sekol...

    by Dec 23 2025

    Jumlah pengunjung : 115 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 85 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 126 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top