Nice • Nov 28 2025 • 97 Dilihat

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menyoroti semakin beratnya tanggung jawab yang dipikul para pendidik. Di balik suasana perayaan, guru kini menghadapi tantangan ganda, menyesuaikan diri dengan laju perkembangan teknologi yang begitu cepat sekaligus menangani kondisi psikologis siswa yang kian rapuh.
Pakar Pendidikan Nasional, Darmaningtyas, menegaskan bahwa fungsi guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi pelajaran. Mereka kini diharapkan menjadi pilar utama dalam membentuk karakter peserta didik. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya benturan antara tuntutan pemanfaatan teknologi dan kondisi mental siswa saat ini. “Di satu sisi, guru banyak di-drive oleh perkembangan teknologi kekinian. Di sisi lain, para guru dihadapi dengan mental-mental siswa yang mungkin lemah,” ujarnya.
Baca juga: PGRI DIY Dorong Pemerintah Prioritaskan Insentif Guru Honorer Secara Merata
Kesenjangan Sosial-Emosional Generasi Digital
Darmaningtyas menjelaskan bahwa generasi yang tumbuh di era digital cenderung memiliki kesenjangan dalam kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi. Kebiasaan yang dibentuk oleh lingkungan digital dianggap tidak mampu menanamkan nilai kebangsaan dan kenegaraan, sehingga menciptakan generasi yang unggul secara teknis tetapi rapuh secara emosional. Minimnya ruang untuk berekspresi, baik di lingkungan keluarga maupun sosial, semakin memperburuk situasi. Ketidakmampuan siswa dalam menyalurkan perasaan seperti kecemasan dan kekecewaan sering berujung pada perilaku negatif di sekolah, mulai dari sikap masa bodoh hingga tindakan agresif.
“Anak-anak kaum milenial itu juga punya persoalan, terutama dalam hal komunikasi maupun interaksi dengan sesama. Termasuk memberikan ruang untuk penyaluran kegelisahan dan kekecewaan,” tutur penulis Manipulasi Kebijakan Pendidikan tersebut.
Peran Keluarga yang Melemah
Pria asal Gunungkidul, kelahiran 9 September 1962 itu menambahkan bahwa melemahnya peran keluarga menjadi akar dari berbagai persoalan, termasuk meningkatnya kasus perundungan. Prosedur penanganan kekerasan yang telah dibuat pun sulit berjalan optimal karena kondisi keluarga siswa tidak mendukung. “Inti persoalannya kenapa perundungan di sekolah berkembang meskipun sudah ada protap-protapnya, karena lingkungan keluarga itu bermasalah,” tegasnya.
Ia mengingatkan kembali konsep Tri Pusat Pendidikan dari Ki Hajar Dewantara yang menempatkan keluarga sebagai elemen utama dengan kontribusi 50 persen dalam pembentukan karakter, diikuti sekolah sebesar 30 persen dan lingkungan masyarakat 20 persen. Ketidakseimbangan peran keluarga, menurutnya, sangat memengaruhi perilaku siswa. “Seperti kasus SMA 72. Itu kan bapak ibunya masih ada, tetapi dia hanya hidup bersama ayahnya. Ibunya jadi pekerja migran,” jelasnya.
Guru sebagai Fasilitator, Bukan Otoritas Keras
Dalam menghadapi situasi kompleks ini, pendekatan yang bersifat keras atau otoriter dinilai tidak lagi sesuai. Guru justru dituntut berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa berkembang tanpa tekanan, baik secara verbal maupun fisik. Meski demikian, peran baru tersebut memerlukan kesiapan mental serta pemahaman kebangsaan yang kuat dari guru itu sendiri. Darmaningtyas menekankan pentingnya literasi sejarah serta nilai-nilai luhur bangsa agar guru dapat menjadi penopang karakter peserta didik di tengah derasnya arus digital.
Peran guru semakin krusial di tengah perubahan sosial dan tantangan era digital. Dibutuhkan dukungan keluarga, kesiapan mental para pendidik, serta pemahaman mendalam mengenai nilai-nilai kebangsaan agar guru dapat menjalankan fungsi strategis dalam membangun karakter generasi masa depan.
Sumber : SindoNews
Jumlah pengunjung : 71 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi membuka pintu bagi publik untuk menyaksi...
Jumlah pengunjung : 109 Pemerintah melalui Kemendikdasmen resmi mengumumkan hasil Tes Kemampuan Akad...
Jumlah pengunjung : 81 JAKARTA — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi merilis platform digital ...
Jumlah pengunjung : 115 JAKARTA— Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi ...
Jumlah pengunjung : 85 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung pe...
Jumlah pengunjung : 126 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.