Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Peran Organisasi dalam Mengatasi Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Kampus

    Jul 02 2024173 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Organisasi Kampus, yang seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman untuk menuntut ilmu, seringkali menjadi lokasi terjadinya kekerasan seksual. Bentuk pelecehan seksual dapat berupa pelecehan verbal maupun fisik, dan pelakunya bisa siapa saja tanpa mengenal usia. Kebanyakan korban kekerasan seksual di kampus adalah perempuan, yang sering kali tidak melapor karena takut ancaman pelaku dan stigma negatif dari masyarakat.

    Sering kali, korban pelecehan seksual memilih diam karena khawatir akan ancaman pelaku serta stigma negatif dari lingkungan sekitar. Hal ini membuat korban seolah-olah menjadi penyebab dari kejadian tersebut, sementara pelaku merasa tidak akan terkena dampak yang serius. Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan harus ditangani dengan tegas.

    Lebih buruk lagi, ada kampus yang menutup-nutupi kasus kekerasan seksual demi menjaga nama baiknya. Kampus, sebagai lembaga pendidikan yang bertujuan mencetak sumber daya manusia yang unggul, tidak seharusnya menutupi kasus-kasus seperti ini. Langkah yang diperlukan adalah tindakan tegas terhadap pelaku dan transparansi kepada publik mengenai penanganan kasus tersebut.

    Kekerasan dan pelecehan seksual adalah masalah serius yang dihadapi di berbagai belahan dunia. Organisasi masyarakat memegang peran penting dalam mencegah dan menangani kasus-kasus ini. Berikut adalah beberapa peran organisasi dalam mengatasi kekerasan dan pelecehan seksual di kampus:

    1. Peran Organisasi Kemahasiswaan

    Organisasi kemahasiswaan dapat melakukan pendampingan korban, advokasi kebijakan, serta mengembangkan program-program pencegahan dan penanganan yang efektif.

    2. Peran Lembaga Pers Mahasiswa

    Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) seperti Situs FIB UNAIR dapat mengadakan diskusi mengenai darurat kekerasan seksual di kampus, dengan melibatkan narasumber yang berkompeten dalam pergerakan melawan kekerasan seksual.

    3. Peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS)

    Satgas PPKS terdiri dari mahasiswa dan tenaga pendidik yang aktif melindungi hak korban kekerasan seksual dan tidak pernah terlibat dalam kasus kekerasan seksual.

    4. Peran Organisasi Mahasiswa dalam Melawan Kekerasan Seksual

    Organisasi mahasiswa dapat menyelenggarakan diskusi dan kegiatan yang membahas isu Hak Asasi Manusia, relasi kuasa, perspektif disabilitas, dan anti kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan seksual.

    5. Peran Pemerintah dalam PPKS

    Pemerintah memberikan payung hukum dan memfasilitasi koordinasi nasional Satgas PPKS di perguruan tinggi, serta memprioritaskan keamanan korban dan memberikan informasi tentang hak-hak mereka.

    baca juga : Jurusan Gizi Perguruan Tinggi Swasta Terbaik di Indonesia yang Sudah Akreditasi A

    Dalam mengatasi kekerasan dan pelecehan seksual di kampus, peran organisasi sangat penting dalam mencegah, menangani, dan menyelesaikan kasus-kasus tersebut melalui pendampingan korban, advokasi kebijakan, serta pengembangan program-program pencegahan yang efektif.

    sumber : https://www.kompasiana.com/nurapriliarahmadanyputri5061/6682b1af34777c672b18a372/peranan-organisasi-dalam-menangani-kasus-kekerasan-dan-pelecehan-seksual?page=all#section1
    sumber img : https://pin.it/7D2wux0Vb

    Share to

    Related News

    Pembatasan akses gim pada anak dinilai membutuhkan peran aktif orang tua agar penggunaan teknologi tetap sehat dan terkontrol.

    Peran Orang Tua dalam Pembatasan Akses G...

    by May 15 2026

    Jumlah pengunjung : 113 Pembatasan akses gim bagi anak dinilai memerlukan keterlibatan aktif orang t...

    Di Balik Puluhan Ribu Kasus Keracunan da...

    by May 11 2026

    Jumlah pengunjung : 135 Sorotan Kompetensi Pimpinan BGN Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seha...

    Waspada Penularan Virus Hanta dari Tikus...

    by May 09 2026

    Jumlah pengunjung : 214 Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Virus Han...

    Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong regenerasi petani muda sebagai langkah strategis memperkuat pertanian dan ketahanan pangan nasional.

    Regenerasi Petani Muda Dipercepat, Menta...

    by Dec 22 2025

    Jumlah pengunjung : 134 JAKARTA—Menteri Pertanian menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung p...

    “Pemkab Bantul menerima tambahan bus sekolah gratis dan mematangkan rute layanan untuk pelajar. Persiapan armada dan rute sedang finalisasi.”

    Gratis untuk Pelajar! Bantul Tambah Bus ...

    by Dec 19 2025

    Jumlah pengunjung : 214 BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul menerima tambahan satu unit bus sekolah...

    mendikdasmen ajak peserta didik jadi anak indonesia hebat program anak indonesia hebat kemendikdasmen cara membentuk karakter anak sejak dini pendidikan karakter siswa di indonesia kebiasaan positif anak di sekolah

    Mendikdasmen Dorong Peserta Didik Bangun...

    by Dec 17 2025

    Jumlah pengunjung : 165 JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top