Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Lokakarya Komunitas Belajar 1: Program Sekolah Penggerak Angkatan 3 di SMP N 2 Pengasih Kulonprogo

    Mar 28 2024155 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – An-Nisa Apriani, M.Pd. merupakan salah satu dosen PGSD Universitas Alma Ata yang lolos sebagai Fasilitator Sekolah Penggerak (FSP) Angkatan 3 Wilayah Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tanggal 24 Februari 2024, An-Nisa Apriani, M.Pd. sebagai Fasilitator sekolah penggerak (FSP) menjadi narasumber dalam kegiatan lokakarya komunitas belajar 1 selama 8 JP dari pukul 08.00-15.45 WIB di SMP Negeri 2 Pengasih Kulon progo. Kegiatan lokakarya bertujuan agar Pengawas sekolah, kepala sekolah dan pendidik memiliki kompetensi dalam membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan melalui komunitas belajar, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Kegiatan lokakarya menekankan proses memahami dan melakukan komunitas belajar dengan menggunakan salah satu cara untuk Pendidikan dasar dan menengah. 

    Kegiatan lokakarya dilakukan dengan Teknik MERDEKA yaitu Mulai diri sendiri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Refleksi terbimbing, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi materi, dan Aksi nyata. Teknik mulai diri sendiri, peserta lokakarya menjawab pertanyaan reflektif berhubungan komunitas belajar di satuan pendidikan. Teknik eksplorasi konsep, narasumber sharing dengan peserta tentang materi dan konsep komunitas belajar. Teknik ruang kolaborasi, peserta dibagi kelompok sesuai sekolah masing-masing diskusi tentang pengembangan komunitas belajar dalam satuan pendidikan. FSP mendampingi setiap kelompok saat proses diskusi. Teknik Refleksi terbimbing, peserta melakukan refleksi mengenai tantangan yang mungkin terjadi pada sesi ruang kolaborasi. Teknik demonstrasi kontekstual, peserta membuat rencana pengembangan komunitas belajar berdasarkan hasil analisis kebutuhan satuan pendidikan. Teknik elaborasi pemahaman, peserta melakukan penguatan materi berbagi hasil pembuatan rencana pengembangan komunitas belajar, berdiskusi, dan memberikan umpan balik. Presentasi hasil dari demontrasi kontekstual dengan metode gallery walk pada kelompok, setiap kelompok menentukan 1 orang yang akan menjadi presenter dan tinggal di kelompoknya sedangkan anggota kelompok lain bertugas menjadi reposter yang akan berkeliling ke kelompok lain untuk mencari informasi. Tugas presenter adalah menjelaskan hasil diskusi kelompoknya kepada kelompok lain yang datang. Tugas reporter adalah menggali informasi dan mencatat hasil pembelajaran di kelompok lain untuk memperkaya pembelajaran. Waktu yang digunakan untuk belajar di satu kelompok adalah 5 menit, setelah itu berpindah ke kelompok yang lain. Teknik koneksi materi, peserta melakukan diskusi dan membuat kesimpulan terkait pembelajaran yang telah diperoleh. Selanjutnya, Teknik rencana aksi nyata, peserta membuat rencana aksi nyata satuan Pendidikan perencanaan pengembangan komunitas belajar. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil rancangan aksi nyata dan diskusi Bersama.

    Share to

    Related News

    Guru non-ASN di DIY dipastikan tetap mengajar hingga 2026 setelah adanya kepastian kebijakan terkait tenaga honorer.

    Guru Non-ASN di DIY Dipastikan Tetap Men...

    by May 20 2026

    Jumlah pengunjung : 14 Ketua Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLP...

    Orang Tua Korban Ajukan Petisi, Desak UG...

    by May 06 2026

    Jumlah pengunjung : 100 Yogyakarta ~ Sejumlah orang tua korban dugaan kekerasan dan penelantaran di ...

    Sultan HB X Resmikan Pendidikan Khas Kej...

    by May 06 2026

    Jumlah pengunjung : 92 Yogyakarta ~ Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuw...

    Sleman: Gedung SDN Nglarang Dibongkar, S...

    by Apr 29 2026

    Jumlah pengunjung : 46 Proses pembangunan infrastruktur jalan tol di wilayah Sleman berdampak pada k...

    Pemda DIY menerapkan WFH ASN secara fleksibel, tidak harus 50 persen, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing OPD.

    WFH ASN DIY Tak Wajib 50 Persen, Bisa Di...

    by Apr 24 2026

    Jumlah pengunjung : 48 Pelaksanaan kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Daerah Da...

    Pemkot Yogyakarta mengorkestrasi berbagai event untuk memperkuat branding Kota Festival dan meningkatkan kunjungan wisata.

    Jogja Jadi Kota Festival Serius! Ribuan ...

    by Apr 17 2026

    Jumlah pengunjung : 83 Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat identitas sebagai Kota Festival d...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top