Sharwo • Dec 05 2025 • 81 Dilihat

Sebuah studi terbaru yang dirilis oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT) pada Oktober 2025 mengungkap fakta baru mengenai kapasitas kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia kerja. Riset tersebut menemukan bahwa teknologi AI saat ini sudah cukup canggih dan efisien untuk mengambil alih tugas-tugas yang setara dengan beban kerja 151 juta pekerja di Amerika Serikat.
Penelitian ini menyoroti pergeseran diskusi tentang otomatisasi, di mana fokusnya bukan lagi sekadar kemampuan teknis AI, melainkan pertimbangan ekonomi. MIT menemukan bahwa AI mampu menjalankan pekerjaan dengan kualitas setara manusia namun dengan biaya operasional yang jauh lebih kompetitif.
Berikut adalah poin-poin krusial dari temuan MIT mengenai dampak AI yang kian meluas:
Melansir Fortune, Selasa (2/12/2025), studi ini memperkirakan bahwa AI telah matang untuk menangani tugas yang setara dengan 11,7 persen pasar tenaga kerja AS. Estimasi nilai upah dari pekerjaan yang dapat diotomatisasi ini mencapai angka fantastis, yakni 1,2 triliun dolar AS atau sekitar Rp19.900 triliun. Berbeda dengan riset terdahulu yang hanya melihat “potensi dampak”, studi ini secara spesifik menghitung pekerjaan yang bisa dikerjakan AI dengan biaya lebih hemat dibanding tenaga manusia.
Analisis ini didasarkan pada Project Iceberg, sebuah sistem simulasi tenaga kerja nasional yang dibuat bersama Oak Ridge National Laboratory. Platform ini bertindak sebagai kembaran digital (digital twin) dari pasar tenaga kerja AS, memetakan 151 juta pekerja ke dalam 923 kategori pekerjaan dan lebih dari 32.000 keterampilan.
Prasanna Balaprakash, perwakilan dari Oak Ridge National Laboratory, menyebutkan bahwa digital twin tersebut menawarkan perspektif baru untuk memahami efek otomatisasi tanpa harus menunggu dampaknya muncul di dunia nyata. Hal ini menjadikan Project Iceberg sebagai alat strategis bagi pemangku kebijakan.
MIT menekankan bahwa angka 11,7 persen tersebut menggambarkan kelayakan teknis dan efisiensi biaya, bukan prediksi hilangnya pekerjaan secara instan. Meski saat ini dampak AI baru terlihat signifikan di bidang teknis seperti coding (sekitar 2,2 persen), simulasi menunjukkan potensi tersembunyi yang lima kali lebih besar. Sektor-sektor yang paling rentan terhadap efisiensi AI meliputi keuangan, administrasi kesehatan, logistik, HR, serta layanan profesional seperti akuntansi dan hukum. Tugas-tugas kognitif dan administratif di sektor ini kini berada dalam jangkauan otomatisasi AI.
Temuan menarik lainnya adalah kemampuan teknis AI ini tidak serta-merta memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Banyak perusahaan masih mempertimbangkan biaya integrasi sistem yang tinggi, sehingga lebih memilih menggunakan AI sebagai alat bantu produktivitas alih-alih pengganti manusia sepenuhnya.
Riset dari MIT Sloan bahkan menunjukkan bahwa perusahaan yang mengadopsi AI justru cenderung mengalami kenaikan pendapatan dan penambahan jumlah tenaga kerja. Teknologi ini lebih sering menciptakan peluang dan peran baru, membuktikan bahwa AI dapat berfungsi sebagai pendorong ekonomi, bukan sekadar ancaman bagi pekerja.
Kehadiran Iceberg Index membantu pemerintah memetakan skenario masa depan, seperti kebutuhan pelatihan ulang dan regulasi. Negara bagian seperti Tennessee, Utah, dan North Carolina tercatat telah memanfaatkan data ini untuk menyusun rencana ketenagakerjaan mereka.
Bagi dunia bisnis, studi ini menjadi peringatan agar segera beradaptasi. Perusahaan perlu mengevaluasi strategi talenta dan infrastruktur mereka agar tidak tertinggal. Pada akhirnya, masa depan pasar kerja akan sangat bergantung pada kolaborasi antara manusia dan mesin, serta kesiapan seluruh pihak untuk menavigasi era kecerdasan buatan ini.
Sumber: IDN Times
Jumlah pengunjung : 67 By. Nur Kholik Fenomena tahunan peringatan Hari Ibu di Indonesia kerap mengal...
Jumlah pengunjung : 113 Penipuan digital memasuki fase baru. Bukan lagi sekadar pesan teks atau akun...
Jumlah pengunjung : 109 Bencana alam membawa beragam kerugian bagi masyarakat di wilayah terdampak. ...
Jumlah pengunjung : 106 Mi instan sering menjadi solusi cepat saat lapar karena murah dan praktis. N...
Jumlah pengunjung : 119 Indonesia baru saja menorehkan rekor baru di kancah global. Bukan di bidang ...
Jumlah pengunjung : 131 Keberadaan hutan sebagai ekosistem kompleks yang menaungi ragam vegetasi dan...

Warta pendidikan jogja - Portal berita positif yang menyajikan informasi terkini tentang fakta dunia pendidikan dan edukasi
Follow Our Twitter

No comments yet.