Jumlah pengunjung : 194
Komunitas pendidikan alternatif Sanggar Anak Alam di Nitiprayan, Bantul, merayakan ulang tahun peraknya ke‑25 pada 18–20 Juni 2025. Organisasi ini menyebut dirinya sebagai “sekolah keluarga” sekaligus “laboratorium kehidupan” yang berfokus pada pembelajaran inklusif dan ramah lingkungan.
Acara puncak menghadirkan beberapa kegiatan khas, seperti Pasar Pangan Sehat, di mana masyarakat dapat membeli produk lokal sehat dan ramah lingkungan. Selain itu, komunitas ini menggelar diskusi bertema “Robohnya Sekolah Rakyat Kami”, sebuah refleksi kritis terhadap model pendidikan umum.
Selain itu, perayaan ini dilengkapi dengan pementasan karya teater dari siswa Sanggar Anak Alam, berbagai lokakarya kreatif bagi siswa dan orang tua, serta Sinau Bareng bersama grup musik Kiai Kanjeng & Sabrang MDP. Hiburan ini bertujuan memperkuat ikatan komunitas dan warisan budaya setempat.
Baca juga: https://wartapendidikanjogja.com/osn-kabupaten-jogja-2025/
Ketua panitia Agus Setyo Bomo menyatakan bahwa perayaan ke‑25 ini dimaknai sebagai kesempatan untuk merenung, mengevaluasi praktik pendidikan, dan menawarkan alternatif bagi masyarakat. Tema reflektif diangkat sebagai upaya mempertanyakan apakah sistem pendidikan kini masih bisa membebaskan dan mencerahkan seperti yang diharapkan.
Ditulis oleh Aizan
Sumber gambar: https://impessa.id/sas-content/uploads/files/images/Salam%201.jpg
Artikel ini diadaptasi dari impessa.id, diakses pada 30 Juni 2025.
No comments yet.