Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat Mangkukusuman dalam Upaya Pencegahan Stunting

    Sep 29 2025191 Dilihat

    Warta Pendidikan Jogja – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kami mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 15 Universitas Alma Ata bersama Dosen Pembimbing Lapangan, Nur Kholik, S.Pd.I.,M.S.I., dalam menyelenggarakan penyuluhan mengenai penanganan dan pencegahan stunting di Kelurahan Mangkukusuman. Kegiatan ini kami adakan karena tingginya angka stunting di wilayah tersebut, yang salah satunya dipicu oleh rendahnya pemberian ASI eksklusif serta praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang tiak tepat usia.

    Permasalahan stunting memang masih menjadi isu nasional yang serius, termasuk di daerah kami melakukan pengabdian. Stunting bukan hanya soal fisik anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas sumber daya manusia. Data yang kami peroleh dari pihak kelurahan menunjukkan bahwa kasus stunting masih cukup tinggi di Mangkukusuman. Hal ini yang mendorong kami untuk menjadikan penyuluhan ini sebagai salah satu program kerja KKN-T 15, dengan harapan dapat memberikan pengetahuan baru sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Nur Kholik, Spd.i., M.S.I., selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN-T 15 Universitas Alma Ata, sangat mengapresiasi keberhasilan mahasiswa nya dalam melaksanakan kegiatan penyuluhan pencegahan stunting di Kelurahan Mangkukusuman. Menurutnya kegiatan ini menjadi sebuah bukti nyata bahwa mahasiswa mampu berperan aktif dalam menjawab permasalahan sosial dan Kesehatan masyarakat. Program penyuluhan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru tentang pentingnya mencegah PTM sejak dini, pentingnya pemberian ASI ekslusif dan MPASI tepat usia, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih sehat.

    Untuk memperkuat materi penyuluhan, kami menghadirkan narasumber seorang ahli gizi dari Puskesmas Tegal Timur, Ibu Aulia Alfatihah, S.Gz. Acara ini diikuti oleh ibu hamil, ibu yang memiliki balita, kader posyandu, serta beberapa anggota Kelurahan Mangkukusuman. Kehadiran berbagai sektor ini menunjukkan bahwa isiu stunting memang mendapatkan perhatian khusus dan menjadi kebutuhan bersama untuk mencari solusi.

    Dalam materi dijelaskan bahwa stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kami menegaskan bahwa stunting tidak hanya berpengaruh pada tinggi badan, tetapi juga berdampak dalam jangka panjang terhadap perkembangan motorik, kecerdasan, serta produktivitas anak di masa depan. “Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga kualitas sumber daya manusia di masa depan,” ujarnya dalam kegiatan tersebut.

    Selain pemaparan teori, peserta penyuluhan juga diberikan tips praktis mengenai cara mencegah stunting. Faktor pemicu yang banyak ditemukan di wilayah ini adalah tidak diberikannya ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tidak tepat usia. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dimulai dari kebiasaan sederhana seperti memberikan ASI eksklusif enam bulan pertama, memberikan MPASI bergizi seimbang sesuai usia, menjaga kebersihan lingkungan dan makanan, serta rutin melakukan pemantauan pertumbuhan anak di posyandu.

    Hal penting lain yang ditekankan adalah bahwa pencegahan stunting tidak cukup hanya dilakukan pada masa kehamilan. Persiapan kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi seimbang justru sudah harus dimulai sejak masa remaja. Ibu Aulia mengingatkan pentingnya remaja putri untuk mengkonsumsi makanan bergizi serta rutin konsumsi tablet tambah darah agar tubuh siap ketika kelak meamsuki masa kehamilan. Dengan begitu kebutuhan gizi janin dapat terpenuhi secara optimal, sehingga 1.000 HPK benar-benar menjadi periode emas untuk tumbuh kembang anak.

    Untuk membantu peserta agar lebih mudah memahami materi, kami mahasiswa KKNT 15 membagikan media berupa leaflet berisikan poin-poin penting seputar stunting dan cara pencegahannya. Leaflet ini kami susun agar praktis dan mudah dipahami, sehingga dapat dijadikan panduan oleh para ibu di rumah. Kami berharap materi tertulis ini bisa menjadi pengingat sekaligus bekal yang bermanfaat bagi keluarga danlam menjaga kesehatan anak-anak mereka.

    Selama acara berlangsung, peserta terlihat sangat antusias.Para ibu mendengarkan dengan seksama, mencatat hal-hal penting, dan berbagi pengalaman seputar pola asuh maupun pemberian makanan bergizi pada anak. Antusiasme ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mulai meningkat terhadap isu kesehatan, khususnya stunting. Hal ini membuat kami yakin bahwa penyuluhan yang kami adakan akan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

    Bagi kami sebagai mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga. Kami belajar langsung bagaimana proses edukasi kesehatan dilakukan dilapangan, sekaligus menyadari bahwa ilmu yang kami dapatkan di bangku kuliah dapat diterapkan untuk membantu masyarakat secara nyata. Kegiatan penyuluhan ini juga semakin memperkuat komitmen kami bahwa masalah stunting tidak bisa dianggap remeh, karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

    Melalui kegiatan penyuluhan ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini, dengan demikian masyarakat tidak hanya memahami teori tetapi juga mampu mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Kami percaya bahwa dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, aparat kelurahan dan masyarakat, angka stunting di Kelurahan Mangkukusuman dapat meneurun sehingga terwujud generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting di masa depan.

    Share to

    Related News

    Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Kemdiktisaintek Mukhamad Najib menyampaikan arahan dalam seleksi Beasiswa KNB 2026 untuk mendorong peningkatan jumlah mahasiswa internasional di perguruan tinggi Indonesia.

    Kemdiktisaintek Dorong Kampus Indonesia ...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 12 YOGYAKARTA – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktis...

    Guru dan tenaga kependidikan mengikuti proses seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 yang membuka 8.180 formasi untuk mendukung pengembangan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di Indonesia.

    Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuk...

    by Jun 12 2026

    Jumlah pengunjung : 15 Rekrutmen PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Simak Formasi dan Besaran Gajinya ...

    Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan peningkatan jumlah peserta Program Sekolah Rakyat yang mencapai lebih dari 32.000 siswa pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

    Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Tembus 32.00...

    by Jun 11 2026

    Jumlah pengunjung : 21 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang dijalankan pemerintah terus mengalami...

    Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan paparan tentang pentingnya sumber daya manusia dan kemampuan berpikir kritis dalam pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) di Grab Business Forum 2026.

    Wamendiktisaintek Stella Christie: SDM J...

    by Jun 11 2026

    Jumlah pengunjung : 64 Wamendiktisaintek: Keberhasilan AI Ditentukan SDM, Bukan Sekadar Teknologi JA...

    Nasikhin, dosen luar biasa UIN Walisongo Semarang yang pernah menjadi pemulung, berhasil meraih gelar doktor Studi Islam dengan IPK 3,89 setelah menyelesaikan disertasi tentang literasi Artificial Intelligence dalam pendidikan.

    Dulu Cari Barang Bekas, Kini Jadi Doktor...

    by Jun 10 2026

    Jumlah pengunjung : 22 Inspiratif, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo dengan IPK 3,8...

    I Ketut Arlan, siswa Sekolah Rakyat di Tabanan, Bali, berbincang dengan Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan cita-citanya untuk menjadi Menteri Pendidikan demi kemajuan generasi muda Indonesia.

    Siswa Sekolah Rakyat di Bali Bercita-cit...

    by Jun 09 2026

    Jumlah pengunjung : 21 JAKARTA – Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan bagi ...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top