Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Dulu Cari Barang Bekas, Kini Jadi Doktor: Kisah Perjuangan Nasikhin yang Menginspiras

    Jun 10 202683 Dilihat

    Nasikhin, dosen luar biasa UIN Walisongo Semarang yang pernah menjadi pemulung, berhasil meraih gelar doktor Studi Islam dengan IPK 3,89 setelah menyelesaikan disertasi tentang literasi Artificial Intelligence dalam pendidikan.

    Inspiratif, Mantan Pemulung Raih Gelar Doktor di UIN Walisongo dengan IPK 3,89

    SEMARANG – Kisah inspiratif datang dari dunia pendidikan tinggi Indonesia. Seorang dosen luar biasa di UIN Walisongo Semarang, Nasikhin, berhasil meraih gelar doktor setelah melalui perjalanan hidup yang penuh perjuangan. Siapa sangka, pria yang kini menyandang gelar akademik tertinggi tersebut pernah bekerja sebagai pemulung demi membantu perekonomian keluarga.

    Nasikhin resmi dinyatakan lulus program doktor Studi Islam setelah sukses mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang digelar di Kampus I UIN Walisongo Semarang. Dalam sidang yang dipimpin Prof. Musahadi, ia memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89.

    “Saudara Nasikhin dinyatakan lulus dengan IPK 3,89. Dengan ini, dinyatakan bahwa saudara Nasikhin adalah Doktor ke-409 yang diluluskan oleh UIN Walisongo Semarang,” kata Prof. Musahadi di hadapan para penguji dan tamu undangan.

    Pernah Menjadi Pemulung Bersama Sang Ibu

    Perjalanan Nasikhin menuju gelar doktor tidaklah mudah. Pada periode 2012 hingga 2017, ia membantu ibunya mencari barang-barang bekas di berbagai wilayah pedesaan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

    Di tengah keterbatasan ekonomi, ibunya kerap membeli buku bekas kiloan dengan harga murah atau menerima buku dari warga yang nantinya dijual kembali kepada pengepul barang bekas.

    Namun sebelum buku-buku tersebut dijual, Nasikhin selalu meluangkan waktu untuk membacanya. Kebiasaan sederhana itu perlahan menumbuhkan kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.

    Kegemarannya membaca dari buku-buku bekas tersebut menjadi bekal penting yang membentuk kemampuan literasi, pola pikir kritis, dan semangat belajar hingga akhirnya mengantarkannya menempuh pendidikan doktoral.

    Kuliah Berkat Beasiswa dari S1 hingga S3

    Kondisi ekonomi yang terbatas tidak menghalangi Nasikhin untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Selama menjalani studi, ia berhasil memperoleh berbagai beasiswa yang membantunya menyelesaikan pendidikan tanpa membebani keluarga.

    Saat menempuh pendidikan sarjana di UIN Walisongo, ia mendapatkan beasiswa Bidikmisi. Setelah lulus, Nasikhin kembali memperoleh bantuan pendidikan melalui program beasiswa lulusan sarjana terbaik UIN Walisongo untuk melanjutkan studi magister.

    Perjalanannya berlanjut hingga jenjang doktor melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang diselenggarakan Kementerian Agama.

    Baca juga: Mahasiswa Undip Raih Medali Emas dan Best International Invention melalui Inovasi AI untuk Penyandang Disabilitas

    Produktif Menulis dan Aktif dalam Riset Internasional

    Selain berhasil menyelesaikan studi doktor, Nasikhin juga dikenal sebagai akademisi yang produktif dalam bidang penelitian.

    Sejak 2022, ia telah menghasilkan 131 publikasi ilmiah dan aktif membangun kerja sama penelitian dengan akademisi dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam.

    Di tingkat internasional, rekam jejak akademiknya diperkuat oleh 12 artikel yang terindeks Scopus pada jurnal bereputasi Q1, Q2, dan Q3. Ia juga tercatat memiliki H-Index Scopus 4 dan H-Index Google Scholar 15.

    Prestasi tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk berkontribusi dalam dunia akademik dan penelitian global.

    Teliti Literasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Islam

    Dalam sidang terbuka doktoralnya, Nasikhin mempertahankan disertasi berjudul “Literasi Artificial Intelligence dan Implikasinya dalam Pengembangan Keterampilan Abad 21 (Studi Kasus pada Mahasiswa Pendidikan Agama Islam di UIN Walisongo Semarang dan UII Yogyakarta).”

    Penelitian tersebut membahas pentingnya kemampuan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI), agar mampu memanfaatkan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

    Melalui risetnya, Nasikhin menawarkan model literasi AI yang mengintegrasikan aspek teknologi dengan nilai-nilai etika Islam dan akhlak digital. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memanfaatkan AI secara optimal tanpa mengabaikan nilai moral dan keagamaan.

    Bukti Pendidikan Mampu Mengubah Masa Depan

    Kisah Nasikhin menjadi contoh nyata bahwa pendidikan dapat menjadi jalan perubahan bagi siapa saja, termasuk mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

    Dari seorang pemulung yang gemar membaca buku bekas hingga menjadi doktor dan peneliti aktif di tingkat internasional, perjalanan Nasikhin menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan akses pendidikan dapat membuka peluang menuju masa depan yang lebih baik.

    Sumber: jogja.antaranews

    Share to

    Related News

    Tim Olimpiade Fisika Indonesia berfoto bersama usai meraih satu medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu pada International Physics Olympiad (IPhO) 2026 di Kolombia.

    Pelajar Indonesia Sabet Lima Medali pada...

    by Jul 16 2026

    Jumlah pengunjung : 31 JAKARTA – Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali mengharumkan nama bangsa d...

    150 Ribu Guru Dapat Beasiswa S1 dari Kem...

    by Jul 03 2026

    Jumlah pengunjung : 67 JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengal...

    Siswa menggunakan perangkat digital di sekolah dengan akses internet sebagai bagian dari program pemerintah mempercepat digitalisasi pembelajaran di satuan pendidikan Indonesia.

    Digitalisasi Pendidikan Dipercepat, 16.5...

    by Jul 03 2026

    Jumlah pengunjung : 54 JAKARTA – Pemerintah mempercepat program digitalisasi pendidikan dengan men...

    Suasana pembukaan Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 di Universitas Negeri Yogyakarta yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk mempercepat transformasi pendidikan di Indonesia.

    KPI 2026 di Sleman Perkuat Sinergi Daera...

    by Jul 02 2026

    Jumlah pengunjung : 69 SLEMAN – Konferensi Pendidikan Indonesia (KPI) 2026 resmi digelar di Univer...

    Suasana kegiatan MPR RI yang membahas revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) sebagai upaya memperkuat pendidikan inklusif dan pemerataan akses pendidikan di Indonesia.

    MPR Dorong Revisi UU Sisdiknas demi Peme...

    by Jul 02 2026

    Jumlah pengunjung : 45 JAKARTA – Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI menilai revisi Undang-Und...

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto bertemu Duta Besar RI untuk Kanada Vedi Kurnia Buana membahas penguatan kerja sama pendidikan tinggi, riset, dan inovasi antara Indonesia dan Kanada.

    Indonesia-Kanada Perkuat Kerja Sama Pend...

    by Jul 01 2026

    Jumlah pengunjung : 57 JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek)...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top