Categories
  • Beasiswa S1
  • Beasiswa S2
  • Beasiswa S3
  • Berita Provinsi
  • Berita Pusat
  • Event Edu
  • Info Beasiswa
  • Info Pendidikan
  • LLDIKTIV
  • Pameran DIY
  • Pengabmas
  • Prestasi PT
  • Rubrik Ilmiah
  • Seminar PT DIY
  • Tokoh
  • Uncategorized
  • Wisata edu
  • Workshop DIY
  • Kemendikdasmen Dorong Perlindungan Anak dari Risiko Penggunaan Gawai

    Jul 28 20267 Dilihat

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti

    SIDOARJO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan anak dari berbagai dampak negatif penggunaan gawai dan media digital. Menurutnya, pengawasan serta pendampingan dari keluarga, sekolah, masyarakat, hingga media sosial menjadi kunci menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

    Perlindungan Anak Jadi Tanggung Jawab Bersama

    Dalam Seminar Nasional Perlindungan Anak pada puncak peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.

    Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital menghadirkan banyak manfaat, namun juga membawa risiko seperti perundungan siber, paparan konten negatif, hingga kecanduan gawai yang dapat memengaruhi perkembangan anak.

    Empat Pilar Pendidikan Diperkuat

    Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen memperluas konsep pusat pendidikan menjadi empat pilar, yakni sekolah, rumah, masyarakat, dan media sosial.

    Melalui pendekatan ini, pembentukan karakter dan perlindungan anak tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah, tetapi juga didukung oleh keluarga serta lingkungan digital yang lebih sehat dan bertanggung jawab.

    Baca juga: Kemendikdasmen Dorong Budaya Sekolah Aman dan Inklusif Lewat BSAN

    Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah

    Sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman, Kemendikdasmen juga mendorong pembatasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

    Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengurangi distraksi selama proses pembelajaran sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan gawai yang dapat berdampak pada perkembangan peserta didik.

    Bangun Ekosistem Digital yang Sehat

    Mendikdasmen berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, orang tua, masyarakat, dan berbagai platform digital dapat menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

    Melalui kolaborasi tersebut, anak-anak diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan produktif tanpa mengabaikan perkembangan karakter maupun kesehatan mental mereka.

    Sumber: jogja.antaranews

    Share to

    Related News

    Wamen Stella Christie mendorong talenta digital Indonesia memiliki kemampuan berpikir kritis di tengah perkembangan AI.

    Wamen Stella Christie Tekankan Pentingny...

    by May 12 2026

    Jumlah pengunjung : 120 Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mene...

    Dominasi anak muda dalam penggunaan fintech mendorong penguatan edukasi literasi keuangan digital secara berkelanjutan.

    Penguatan Literasi Keuangan di Tengah Do...

    by May 08 2026

    Jumlah pengunjung : 149 Penggunaan layanan teknologi finansial atau fintech di kalangan anak muda te...

    Gelar GIFTS 2025, UGM Jembatani Kolabora...

    by Dec 06 2025

    Jumlah pengunjung : 130 Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyelenggarakan perhelatan akbar Glob...

    Educonesia Expo 2025: The Largest Exhibi...

    by Nov 29 2025

    Jumlah pengunjung : 160 Menjelang akhir tahun 2025, dunia pendidikan Indonesia akan dimeriahkan oleh...

    Pesta Buku Jogja 2025 Digelar di GIK UGM...

    by Nov 29 2025

    Jumlah pengunjung : 186 YOGYAKARTA – Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah M...

    Kapal Api Goes to Campus hadir di UGM le...

    by Nov 27 2025

    Jumlah pengunjung : 127 YOGYAKARTA – Roadshow edukasi Seduh Inspirasi: Kapal Api Goes to Campus ak...

    No comments yet.

    Sorry, the comment form is disabled for this page/article.
    back to top